Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita LBC 2013: "Dare to Change, Embrace your Chance"

LBC 2013: "Dare to Change, Embrace your Chance"

E-mail Print PDF

Jurusan Teknik Industri Ubaya dengan bangga mempersembahkan Leadership and Business Camp 2013 yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2013 hingga 1 Mei 2013 di UTC (Ubaya Training Centre) Trawas. Kegiatan Leadership and Business Camp 2013 terdiri dari dua kategori utama yaitu kegiatan yang dimaksudkan untuk membangun leadership peserta dan kegiatan yang dimaksudkan untuk membangun kemampuan entrepreneurship dan business strategy peserta. Kedua jenis permainan tersebut dirancang secara integrative dan koheren satu-sama lain. Selain itu, semua kegiatan dikemas dalam bingkai yang menyenangkan tetapi mendidik baik dalam ruangan ataupun di luar ruangan. Tema yang diangkat untuk LBC 2013 adalah “Dare To Change, Embrace Your Chance”. Hal ini menegaskan bahwa dalam penerapan leadership dan entrepreneurship/business strategy itu dibutuhkan keberanian untuk berubah. Sejatinya perubahan dimulai dari diri sendiri dan sifatnya internal. Perubahan internal ini diharapkan memberikan imbas positif terhadap tim dan organisasi (external impacts). Dengan perubahan positif dan keberanian langkah yang diambil akan memberikan nuansa jeli untuk melihat dan meraih/merangkul peluang di sekitar kita. Eventually, kekompakan teamwork akan tercipta dan keberlangsungan/keberlanjutan bisnis serta ide-ide kreatif akan terealisasi. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mau berubah, terus belajar dan berani mengambil keputusan.

Leadership and Business Camp 2013 terkomposisi dalam tujuh kegiatan. Pertama adalah survei ke penduduk sekitar Trawas.  Peserta diminta untuk menggali informasi tentang potensi bisnis di Trawas serta demografi dari penduduk sekitar Trawas. Berdasarkan informasi yang didapatkan tersebut, peserta harus mengajukan ide usaha, dasar pemikiran ide usaha dan nama perusahaan. Hal ini diadakan dengan tujuan untuk melatih peserta agar mampu menyusun dan melakukan interview yang efektif dalam mendapatkan informasi yang relevan, melatih peserta agar mampu menyusun ide usaha berdasarkan informasi yang telah didapat serta memupuk jiwa entrepreneurship peserta. Setelah itu acara dilanjutkan dengan outdoor games, yang disebut Treasure Hunt. Kegiatan ini melibatkan kinerja otak dan fisik dari peserta. Pada kegiatan  ini peserta memiliki misi yang harus dilakukan. Misi tersebut adalah peserta berperan sebagai seorang kesatria yang harus menyelamatkan Putri dari penculikan sang Naga. Namun untuk menyelamatkan atau menuju tempat Naga, para kesatria yang terhimpun dalam kelompok-kelompok kecil harus mencari petunjuk dari setiap pos yang harus dilalui. Di setiap pos tersebut, setiap kelompok kesatria harus menyelesaikan tugas ataupun teka-teki sebelum mendapatkan petunjuk dan bekal harta. Acara selanjutnya dilakukan di dalam kelas dan materi disampaikan dalam format video sehingga tidak membosankan dan para peserta lebih dapat memahami makna dari setiap materi yang disampaikan. Pada kegiatan ini presenter juga men-encourage jiwa leadership serta business/entrepreneurship dari peserta. Sampailah pada acara tantangan yang disebut juga "The Challenge. Panitia memberikan tantangan kepada peserta yang berani. Tantangan yang diberikan adalah memainkan bola api yang terbuat dari kepala kering. Diharapkan peserta mampu berfikir bahwasannya tidak selalu keluar di zona nyaman itu berbahaya, mencoba hal baru dan menaklukkan hal yang berisiko dengan teknik tertentu. Selanjutnya, sebagai puncak acara di hari pertama, peserta diajak menyusuri arena hutan yang disebut sebagai night at the jungle. Ini merupakan kegiatan rahasia yang menjadi kejutan bagi peserta. Kegiatan ini merupakan kegiatan Jurit Malam yang didesain untuk memupuk keberanian peserta. Di sesi ini, peserta yang terdiri dari 2 sampai 3 orang diminta untuk melintasi rute yang telah ditentukan dengan bantuan cahaya lilin. Sepanjang lintasan jurit malam peserta akan menemui beberapa panitia di beberapa pos dan peserta harus mampir dipos-pos tersebut untuk mendapatkan arahan ataupun menyelesaikan games. Acara inti disajikan di hari kedua yaitu Dare to Cross. Ini adalah sesi dimana panitia memberikan penugasan terhadap peserta yang terbagi menjadi kelompok kecil untuk mendesain sebuah kapal yang dapat menyeberang sejauh 1 meter dengan membawa angkutan sesuai dengan customer. Kegiatan ini berhubungan dengan  kegiatan-kegiatan sebelumnya. Perusahaan dan ide usaha yang telah diajukan di kegiatan sebelumnya (kegiatan pertama) akan menjadi user dari kapal yang akan di rancang sehingga peserta harus mempertimbangkan spesifikasi yang telah ditentukan oleh user. Dalam membuat kapal, kelompok akan membutuhkan uang atau modal untuk mengadakan bahan-bahan yang diperlukan. Kekayaan masing-masing kelompok akan ditentukan oleh perolehan uang pada permainan Treasure Hunt. Setelah kapal telah dibuat, kapal ditaruh pada kolam tenang dan dengan inovasi tenaga penggerak masing-masing kelompok, kapal harus dapat menyeberang sejauh 1 meter dengan membawa penumpang.

Walaupun capai sekali tapi menyenangkan. Itulah sebagian besar respon dari peserta LBC 2013 ini. Ada beberapa mahasiswa yang menginginkan durasi kegiatan diperpanjang menjadi 3 hari 2 malam dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi. Terlepas dari itu semua, peserta menyadari bahwa leadership dan business memiliki kaitan yang sangat erat. Selain unsur inovasi, sebuah bisnis tentunya membutuhkan leadership skill yang cukup matang.

Dengan berakhirnya LBC 2013, sebenarnya kita semua (panitia, peserta serta supporting people around) belajar banyak hal. Games dan acara LBC 2013 yang telah dipersiapkan dan dieksekusi itu merupakan pencerminan dari keseharian kita. Apa yang direncanakan dengan baik, haruslah dikerjakan dengan baik. Dalam perencanaan dan pengerjaan itu terselip unsur keberanian. Keberanian untuk berubah, keberanian untuk propose sesuatu yang baru dan inovatif, keberanian untuk mengeksekusi. Mengutip Benjamin Franklin: “If you fail to plan, you plan to fail”. Namun, implementasi yang dilakukan terkadang tidak berjalan sesuai dengan harapan dan rencana. Terkadang banyak masukan/kritik/saran dan tentunya banyak hal yang bisa diperbaiki lagi ke depannya. Di sinilah diperlukan keberanian dan kebesaran hati untuk menerima dan mempertimbangkan semuanya itu. Di situlah letak opportunity. Opportunity to change to be a better one. Seperti halnya Kaizen dalil, continuous improvement; sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang selalu berbenah secara kontinu untuk mengembangkan sesuatu yang baru, inovatif dan tentunya yang lebih baik.  That’s the essense of “Dare To Change, Embrace Your Chance”. See you @ LBC 2014!
(eds. MH, RDW)

 

Last Updated ( Thursday, 16 May 2013 13:06 )