Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita TI-DMP Ubaya kembali raih Juara 1 INDISCO!

TI-DMP Ubaya kembali raih Juara 1 INDISCO!

E-mail Print PDF

Industrial Design Seminar and Competition (INDISCO) adalah  sebuah  lomba tahunan mengenai desain produk  yang dirangkai bersama seminar yang diadakan oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Pada INDISCO kali ini yang telah menginjak usia yang ke-23, tema yang diangkat adalah “Automata For Edu-Plaything”.  Universitas Surabaya (Ubaya) pada kesempatan kali ini diwakilkan oleh kolaborasi Jurusan Teknik Industri (TI) dan Desain & Manajemen Produk (DMP) yang beranggotakan Willyanto Wirya Dinata, Vincent dan Fiorencius Frans dengan produknya yaitu BUSADA.

Tentang BUSADA
BUSADA merupakan produk permainan automata yang ergonomis dengan konsep peduli lingkungan. Nama BUSADA yang merupakan singkatan dari “Buang Sampah Untuk Indonesia” mencerminkan konsep utama dari produk ini. Dalam percangan produk ini, unsur ergonomi, estetika serta edukasi mendapat perhatian besar dalam perancangan BUSADA. BUSADA terdiri atas dua komponen yaitu komponen utama dan komponen perakit. Komponen utama pada BUSADA berupa kontak mekanisme automata. Komponen perakit terdiri atas karakter tradisional, pelontar, rintangan, keranjang sampah, serta pemutar. Komponen perakit pada BUSADA dapat dibongkar pasang sehingga BUSADA menjadi produk yang modular. Unsur ergonomi pada BUSADA dapat terlihat pad ukuran BUSADA yang sesuai dengan anthropometri anak usia 6-12 tahun. Selain itu unsur safety juga sangat tampak pada produk ini dengan ujung-ujung produk yang dibuat tumpul serta adanya fitur kaca pengaman. Konsep utama BUSADA juga mengandung nilai edukasi karena mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya dan lebih mencintai lingkungan. Fitur lain yang terdapat pada BUSADA adalah kartu yang memuat tentang hal-hal tradisional seperti rumah adat, makanan tradisional serta tarian tradisional. Nilai tradisional juga kembali muncul dengan karakter pada BUSADA yang berupa karakter tradisional daerah. BUSADA dapat dimainkan oleh dua orang pemain. Satu orang pemain berperan sebagai pemutar dan yang lain berperan sebagai pelontar. Konsep perminan BUSADA cukup sederhana, yaitu pelontar harus memasukkan sampah ke kerangjang sampah sementara pemutar menjalankan rintangan automata yang bergerak. Permainan kemudian dilanjutkan dengan kedua pemain bertukar peran. Pemain yang lebih banyak memasukkan sampah ke keranjang sampah adalah pemenangnya. Pada BUSADA perminan juga dapat divariasi. Variasi dapat dilakukan karena adanya 4 tingkat kesulitan pada BUSADA. Anak-anak yang memainkan BUSADA dapat memetik berbagai manfaat diantaranya nilai edukasi sains, nilai tradisional serta lebih peduli pada lingkungan.
Acara Final INDISCO 2013
Pada hari pertama penyelenggaraan INDISCO XXIII, 22 tim yang telah lolos ke semifinal diharuskan melakukan presentasi di hadapan juri dan panitia. Presentasi dilakukan untuk menyaring persertja menjadi 5 tim yang kembali akan melakukan presentasi di tahap final. Setelah melalui presentasi yang panjang di hari pertama, peserta diajak city tour kota Semarang oleh panitia. Pada hari kedua, acara dilanjutkan oleh seminar dengan tema “Membangun Ketahanan Nasional dalam Industri Mainan Indonesia”. Seminar ini dibawakan oleh berbagai pembicara diantaranya Ir. Euis Saedah selaku Direktur Jenderal Persatuan Usaha Kecil dan Menengah, Ir. Lolly Amalia Abdullah selaku Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Desain dan IPTEK Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif serta Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi selaku Direktur Jenderal PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Acara dilanjutkan dengan presentasi paper. Tibalah pada saat yang ditunggu-tunggu oleh peserta lomba INDISCO yaitu pengumuman peserta final. Kelima tim yang lolos adalah  Universitas Sumatra Utara, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Surabaya. Setelah presentasi final dilakukan, maka diputuskan pemenang juara III dari Universitas Indonesia, Juara II dari Universitas Diponegoro serta Juara I kembali diraih oleh Universitas Surabaya (Ubaya). Dengan ini, Ubaya kembali mampu membuktikan diri dan mempertahankan gelarnya di kompetisi tingkat nasional ini. Vivat academia! (Eds, Vc, WD, MH).

 

 

Last Updated ( Tuesday, 08 October 2013 09:10 )