Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita TI Ubaya Berkunjung ke PT Pelabuhan Indonesia III [PERSERO]

TI Ubaya Berkunjung ke PT Pelabuhan Indonesia III [PERSERO]

E-mail Print PDF

Pada tanggal 7 Mei 2014 Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya (TI Ubaya) mengunjungi PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) (atau dikenal dengan nama Pelindo III) di Perak Timur, Surabaya, di ruang Auditorium Bromo. Sebelum dilakukan diskusi, Pelindo III menayangkan video tentang kesadaran Keselamatan Kerja dan jalur evakuasi, sebagai tanggung jawab perusahaan untuk menjamin keselamatan tamunya. Sambutan diberikan oleh Kepala Humas Pelindo III Bapak Edy Priyanto. Saat ini Pelindo III sedang membangun cukup banyak infrastruktur, sehingga banyak menerima kunjungan dari kalangan perguruan tinggi, tidak hanya dari wilayah Surabaya dan Jawa Timur namun juga dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Barat.

Pelindo III kini diberikan konsesi untuk melakukan pelebaran alur masuk ke pelabuhan, agar lebih banyak kendaraan yang masuk ke pelabuhan. Selama ini, karena keterbatasan alur menyebabkan kerugian hingga 1 triliun rupiah. Untuk itu perluasan alur sudah mulai dilakukan sejak tahun 2010 dengan biaya 76 juta USD. Pelindo III sedang mengembangkan terminal penumpang moderen dengan menggunakan garbarata dengan proses boarding, sebagai wujud layanan BUMN kepada masyarakat. Fasilitas ini menjadi pioner bagi pelabuhan yang ada di Indonesia.

Untuk menunjang komunikasi yang interaktif dengan pihak stakeholders, Pelindo III menyediakan website (www.pp3.co.id), dilengkapi dengan email, akun Facebook dan Twitter. Komitmen Pelindo III adalah memacu integrasi logistik nasional. Pada tahun 2014 Indonesia memiliki kemajuan logistik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun masih tertinggal dibanding negara ASEAN lainnya, termasuk Vietnam. Hal ini menjadi tantangan bagi Pelindo III khususnya terkait dengan efisiensi biaya logistik.

Menurut PP 61/2009 peran pelabuhan adalah mewujudkan  wawasan nusantara. Tren pengangkutan domestik menunjukkan tren peningkatan dibanding pengangkutan keluar negeri.  Seperti diketahui, kontribusi Pelindo pada APBN adalah 1,2 triliun rupiah. Suatu kontribusi yang besar sekali sehingga memberikan komitmen terhadap BUMN untuk tidak melakukan privatisasi. Pelabuhan dinilai tempat yang strategis yaitu sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian, tempat kegiatan alih moda transportasi, dan penunjang kegiatan industri. Fungsi ini seharusnya terintegrasi dengan infrastruktur yang bagus, namun di Indonesia tidak seperti itu sehingga biaya logistik menjadi tinggi. Hal ini memberikan peluang dan tantangan bagi Pelindo III untuk melakukan pembangunan besar-besaran, salah satunya adalah pembangunan di kawasan Manyar Gresik dimana kawasan industri bersatu dengan pelabuhan. Yang nanti akan bertempat disana adalah perusahaan premium dengan tujuan ekspor.

Dari penjelasan oleh Bapak Edy selaku Humas Pelindo III, skema lingkup kegiatan di Pelindo adalah ketika ada kapal yang datang, maka ada kapal pandu yang mendekati (dikenal dengan tug boat), dan petugasnya memberikan panduan terkait aspek keselamatan berlabuh. Seorang pemandu haruslah memiliki pengalaman berlayar, misalnya pernah menjadi nahkoda. Ketika masuk ke kolam pelabuhan, kapal akan bersandar. Mesin akan segera dimatikan supaya mencegah sendimentasi dalam kolam akibat baling-baling yang terus berputar, selain itu juga untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan dermaga. Karena itu kapal besar akan ditunda (dibantu) oleh kapal tunda yang berukuran kecil tapi memiliki horse power yang sangat besar, dengan cara ditarik. Seelah kapal berlabuh baru dilakukan bongkar muat barang (cargodoring). Setelah itu, barulah barang masuk ke gudang dan siap dikirimkan.

Dari hasil kunjungan dan diskusi di Pelindo III, peserta juga belajar bagaimana BUMN tersebut melakukan inovasi dan investasi yang luar biasa. Yang terbaru adalah rencana pembangunan pelabuhan di Teluk Lamong yang memakan biaya 3,8 triliun murni dari Pelindo. Dari Teluk Lamong nanti barang akan didistribusikan via monorel ke Tanjung Perak terkait dengan efisiensi waktu transportasi dan juga kendala pembebasan lahan. Tentunya, realisasi tersebut setelah mendapatkan ijin pemanfaatan ruang dari Pemkot Surabaya dan TNI AL.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari pihak TI Ubaya dan Pelindo III yang mengusung isu terkait produktivitas kerja, kontribusi pihak-pihak terkait terhadap rencana investasi Pelindo III, dan juga kepedulian Pelindo III terhadap isu climate change. Kiranya acara kunjungan industri ini boleh memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi civitas akademika TI Ubaya. Vivat academia! (Ed(s): IH, MH)

Last Updated ( Monday, 12 May 2014 11:03 )