Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Kuliah Umum Maritime Logistics

Kuliah Umum Maritime Logistics

E-mail Print PDF

Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh program Sistem informasi, Jurusan Teknik Informatika pada tanggal 19 September 2014 ini menghadirkan pembicara Ibu Dothy Harjanto, Direktur Utama PT. Terminal Peti Kemas Surabaya, dan Bapak Eric Wibisono, S.T., M.Eng., dosen Teknik Industri yang saat ini merupakan PhD student di School of Industrial Engineering, Suranaree University of Technology. Beliau berdua menyampaikan penjelasan terkait Penguatan Daya Saing Usaha dengan Pemanfaatan Transportasi Laut untuk Manajemen Rantai Pasok yang Handal.

Indonesia yang terdiri dari 17.500 pulau dan 80% wilayahnya adalah wilayah lautan, merupakan tantangan tersendiri untuk memperlancar aliran transportasi antar pulau. Dari berbagai moda transportasi yang ada maka Indonesia lebih cocok menggunakan transportasi laut agar bisa menjangkau daerah-daerah lain dengan biaya yang rendah. Keunggulan transportasi laut adalah bersifat masal dan dalam jumlah yang besar, biaya logistik lebih murah, sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, dan relatif eco-friendly. Sedangkan tantangannya adalah waktu yang diperlukan lebih lama, regulasi logistik yang berlapis, serta memerlukan angkatan darat lanjutan.

Pendulum nusantara yang dijelaskan oleh Ibu Dothy, merupakan sea corridor untuk peti kemas domestik.  Yang diinginkan adalah muatan pergi dan pulang sama sehingga berbentuk seperti pendulum. Hal ini tidak hanya terkait transportasi, namun juga dorongan untuk membangun industrial estate di masing-masing daerah. Ada 6 pelabuhan nusantara yang akan menggunakan kapal yang lebih efisien dan melayani daerah-daerah sekitarnya.

Pasar di Asia mencapai 70% dari aliran kontainer dunia. Pelindo III mengatur beberapa pelabuhan antara lain: Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Banjarmasin dan Tanjung Emas. Saat ini  sedang dikembangkan pelabuhan Teluk Lamong untuk membantu mengurai antrian di Tanjung Perak. Yang unik dari pelabuhan ini adalah operasional dijalankan secara otomatisasi melalui control room dan joystick, serta penerapan prinsip-prinsip  eco-friendly karena truk yang masuk berbahan bakar gas. Menghadapi tantangan perdagangan bebas, strategi pengembangan PT. Pelindo III adalah restrukturisasi pelabuhan, modernisasi pelabuhan dan peningkatan kapasitas pelabuhan.

Sedangkan Bapak Eric Wibisono menyampaikan wawasan tentang Maritime Logistics, yang terdiri dari Liner, Tramp, dan Industrial. Contoh kapal kontainer adalah bulk vessel (curah kering), tanker (curah basah), RoRo (untuk kendaraan dan container), serta container ships. Container persentase industrinya hanya 13%, tetapi bisa menyumbangkan pendapatan hingga 52%. Banyak perusahaan berusaha melakukan aliansi, namun belum ada dari Indonesia. Selain itu perhatian pada adanya green port juga menjadi topik yang menarik karena semakin meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan.

Singapura menjadi transhipment atau hub and spoke yang fungsinya mengumpulkan kapal-kapal kecil untuk disatukan dalam kapal besar dan menempuh perjalanan yang lebih jauh. Melalui Singapore Maritime Gallery pengunjung diperkenalkan pada aktivitas pelabuhan. Untuk memperlancar pengaturan barang dan keamanan, maka dibutuhkan sistem informasi yang bagus.

Dengan adanya AEC,  transportasi laut akan lebih kompleks karena semua transportasi laut dari negara lain dapat memanfaatkan peluang di Indonesia. Kompetensi itu sebaiknya dimiliki oleh lulusan universitas di Indonesia untuk menjadi bagian dari masyarakat global (Ed. IH).

Last Updated ( Tuesday, 23 September 2014 17:02 )