Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita STUDI EKSKURSI - TI Ubaya 2014

STUDI EKSKURSI - TI Ubaya 2014

E-mail Print PDF

Pada hari Senin, 3 November 2014 Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan studi ekskursi ke empat pabrik di Surabaya dan sekitarnya. Keempat pabrik tersebut adalah PT. Atlantic Biruraya (Cheers), PT. Yamaha Musik Indonesia, PT. Wismilak Inti Makmur, dan PT. Yakult Indonesia Persada. Kegiatan ini menggunakan empat unit bus, dimana setiap bus memiliki rute masing-masing ke dua pabrik. Peserta dari kegiatan ini adalah 186 orang mahasiswa baru, 23 orang mahasiswa lama, dan 5 orang dosen pembimbing.

PT. Atlantic Biruraya Pasuruan merupakan produsen air minum dalam kemasan Cheers dalam bentuk gelas plastik , botol plastik , dan galon isi ulang. Di sana diceritakan mulai dari sejarah Cheers hingga produk – produk yang diproduksi oleh Cheers. Selain itu, dijelaskan mengenai bagaimana cara pembuatan botol plastik dari bijih plastik yang ukurannya sangat kecil menjadi sebuah botol kemasan melalui blower hingga pengisian air minum juga packaging.  Perusahaan lain yang dikunjungi ialah PT. Yamaha Musik Indonesia, yang terletak di Pasuruan. Produk yang dihasilkan adalah alat musik tiup seperti flute, clarinet, recorder, pianica, dan saxophone. Setiap alat musik tersebut memiliki area masing-masing untuk proses produksinya. Karena produk dari pabrik ini adalah alat musik, maka dibutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi dalam pengerjaannya. Pada setiap produksi alat musik dilakukan inspeksi yang sangat ketat di setiap tahapnya. Karena tingkat ketelitian dalam pengerjaannya yang tinggi, perusahaan ini menjamin kemungkinan terjadi kerusakan pada produk mereka hanya 0,01 persen.

Perusahaan berikutnya adalah PT. Wismilak Inti Makmur, yang didirikan oleh Lie Koen Lie dan Oei Bian Hok pada tahun 1962. Di awal peserta mendapatkan penjelasan mengenai profil perusahaan. Selanjutnya dengan didampingi oleh pihak perusahaan peserta diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses produksi secara langsung. Ada dua teknik produksi di pabrik ini, yaitu SKT (sigaret kretek tangan) dan SKM (sigaret kretek mesin). Pada produksi SKT seluruh pekerja adalah perempuan, sedangkan pada SKM seluruh pekerjanya adalah laki-laki. Pada SKM, semua proses dari pengolahan raw material hingga packaging dilakukan menggunakan mesin. Pada SKT, semua proses dilakukan dengan tangan dari proses pelintingan kretek hingga packaging. Peserta terkesima melihat para pekerja SKT sangat lincah dan cepat melinting hingga mengemas sigaret kretek tangan tersebut.

Perusahaan yang keempat yaitu PT. Yakult Indonesia Persada,  yang baru saja mendirikan pabrik di Ngoro Industri Persada, Mojokerto pada 29 April 2014. Pada kunjungan ini, pertama-tama peserta dijelaskan mengenai sejarah Yakult. Yakult ditemukan oleh Dr. Minoru Shirota dari Kyoto Imperial University, Jepang. Dr. Minoru Shirota kemudian berhasil mengkulturkan bakteri baik bermanfaat bagi tubuh yang dinamakan L. casei Shirota strain, yang merupakan kandungan utama Yakult. Berikutnya peserta diajak berkeliling untuk melihat proses produksi Yakult yang dijalankan secara otomatis, meliputi pembibitan bakteri yang dikirim langsung dari Jepang, pencampuran dengan susu dan sukrosa, bottling, pengemasan, hingga penyimpanan (storage) sebelum dilakukan inspeksi pada saat quality control. Untuk sistem distribusi, Yakult menerapkan dua sistem, yaitu direct sales (pendistribusian ke toko-toko) dan melalui Yakult Lady (para ibu rumah tangga yang mendistribusikan Yakult langsung  ke rumah-rumah).

Di setiap kunjungan diadakan tukar-menukar cindera mata sebagai kenang-kenangan dan foto bersama untuk mengabadikan momen yang indah tersebut. (ED, IH)