Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita QCP 2015 TI Ubaya: Inspirasi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

QCP 2015 TI Ubaya: Inspirasi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

E-mail Print PDF
Pada tanggal 16-17 Juni 2015, Jurusan TI Ubaya melakukan kegiatan QCP (Quality Culture Program) ke Jember dan Bromo. Tujuan ke Jember adalah mengunjungi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia - Puslitkoka (ICCRI – Indonesian Coffee dan Cocoa Research Institute), sedangkan ke Bromo tentulah mengunjungi tempat wisata yang ada dan berada di sekitar Gunung Bromo.

Pada hari pertama tanggal 16 Juni 2015, peserta QCP TI Ubaya 2015 (disingkat QCP 2015) mengunjungi Puslitkoka yang berlokasi di Jalan PB. Sudirman no 90 Jember. Dengan menggunakan 1 bus yang berisi karyawan dosen atau non-dosen dari Jurusan TI Ubaya, peserta QCP 2015 sampai di Puslitkoka jam 2 sore. Lokasi Puslitkoka yang berada jauh dari jalan utama, atau dalam istilah Dr. Ir. Pujiyanto M.Sc. yang menerima rombongan QCP 2015 dan mewakili Kepala Puslitkoka Dr. Ir. Teguh Wahyudi, M.Sc. yang berhalangan hadir berada di “ujung dunia”, dan dipenuhi oleh tanaman kopi dan kakao sungguh membuat peserta QCP 2015 merasa nyaman dan segar.

Pada waktu presentasi oleh Dr. Ir. Pujiyanto M.Sc. barulah terungkap bahwa dibalik suasana lingkungan yang nyaman, asri, dan tenang tersebut lahir hasil-hasil penelitian yang luar biasa dan berskala internasional.Puslitkoka didirikan pada tanggal 1 Januari 1911 dengan nama pada waktu itu Besoekisch Proefstation. Kemudian mendapat mandat melakukan penelitian kopi dan kakao secara nasional pada tanggal 8 September 1981. Pada tahun 2008, memperoleh sertifikat sebagai lembaga penelitian yang terakreditasi oleh Komite Nasional Akreditasi. Pada tahun 2012, Puslitkoka ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek Kakao dan pada tahun 2013 melalui Surat Keputusan Menristek diperluas dengan memasukkan komoditas kopi sebagai Pusat Keunggulan Iptek.

Dr. Ir. Pujiyanto M.Sc. menuturkan dengan tenaga peneliti 10 orang doktor, 10 orang master, dan 37 orang sarjana yang ahli di bidang kopi dan kakao, Puslitkoka menghasilkan beragam produk hasil penelitian mulai dari hulu sampai dengan hilir yang berkaitan dengan kopi dan kakao. Produk hasil penelitian tersebut antara lain benih kopi Arabika dan Robusta yang unggul, benih kakao lindak hibrida F1 unggul, bahan tanaman penaung kopi dan kakao, sarana produksi agribisnis kopi dan kakao, alat dan mesin pendukung agribisnis kopi dan kakao, industri hilir, jasa pelayanan, jasa pengujian dan sertifikasi, dan lain-lain.

Dapat dikatakan bahwa hasil penelitian Puslitkoka ini berdampak sangat, sangat signifikan pada kemajuan dan keunggulan komoditas kopi dan kakao Indonesia. Sebagai gambaran betapa berdampak sangat signifikannya hasil penelitian Puslitkoka pada masyarakat Indonesia adalah untuk komoditas kakao saja merupakan penyumbang devisa non-migas no 3 sesudah karet dan kelapa sawit (data tahun 2005 sebesar  USD 665.000.000) dengan hampir semua benih kakao Indonesia memakai benih unggulan yang dikembangkan oleh Puslikoka. Hal yang sama terjadi juga untuk komoditas kopi (Arabika atau Robusta) Indonesia.

Dari presentasi sekilas, kunjungan singkat ke mini plant coklat, dan belanja souvenir coklat dan kopi di koperasi karyawan Puslitkoka, rombongan QCP 2015 yang dipimpin oleh pak Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP sebagai Ketua Jurusan Teknik Industri Ubaya dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian yang mendalam, intens, dan tak kenal lelah pada satu bidang tertentu ternyata menghasilkan karya penelitian yang berdampak besar untuk perkembangan bidang tersebut sekaligus menghasilkan manfaat yang berguna untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Puslitkoka sudah membuktikan tersebut dengan banyaknya karya-karya artikel di jurnal ilmiah, banyaknya varietas unggul dan clone kopi dan kakao yang dirilis oleh Puslitkoka dan dipakai oleh petani kopi dan kakao seluruh Indonesia sekaligus menghasilkan karya-karya yang berguna untuk UMKM dan petani kopi dan kakao Indonesia.

Contoh yang diberikan Puslitkoka tentu menjadi tantangan dan cambuk tersendiri untuk Jurusan Teknik Industri Ubaya untuk juga memperkuat gairah penelitian dan inovasi terus menerus untuk dapat menghasilkan karya-karya penelitian yang signifikan dan berdampak luas pada bidang keahlian Teknik Industri dan sekaligus bermanfaat untuk masyarakat luas.
(Ed. HI)
Last Updated ( Friday, 19 June 2015 19:22 )