Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Factory Visit - TIUbaya 2015

Factory Visit - TIUbaya 2015

E-mail Print PDF

Di minggu keempat bulan Mei 2015 ada beberapa kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada para mahasiswa dan dosen menambah wawasan tentang aplikasi terkini dari para pelaku industri. Selain itu mahasiswa dapat merasakan suasana kerja, dan melihat sejauh mana konsep dalam kuliah dipraktikkan di lapangan.

Kunjungan ke Kaboki dan UKM Krupuk

Hari Senin, tanggal 25 Mei 2015, sejumlah 35 orang mahasiswa dan dosen Teknik Industri mengadakan kunjungan ke UKM, yaitu Kaboki di Sukorejo, Pandaan dan UKM Krupuk di Desa Krembung, Sidoarjo. Dengan menggunakan 5 mobil, rombongan berangkat jam 8 pagi dari halaman Teaching Industry. Kunjungan pertama di Wisata Tas Rajut Kaboki, Sukorejo Pandaan. Lokasi perusahaan cukup mudah ditemui karena selain peta lokasi yang terdapat di website perusahaan, juga dipandu dengan papan nama yang mengarah ke lokasi.

Setelah menunggu satu mobil yang terjebak macet di Porong, rombongan diterima dan langsung diajak factory tour. Kaboki membuat produk yang terbuat dari rajut tangan, antara lain tas tangan, dompet, tempat handphone, taplak, bros, dan sebagainya. Produk dirajut oleh kurang lebih 2.000 pengrajin di seluruh Jawa Timur. Produk yang sudah setengah jadi dikirimkan kembali ke perusahaan untuk menjalani proses selanjutnya, yaitu dicek ukuran dan modelnya, diberi bahan alas, disambung dengan lapisan dalam, dibersihkan dari sisa-sisa bening, diberi label, melalui proses quality control, dan yang terakhir dikemas dengan rapi. Secara keseluruhan Kaboki mempunyai 40 orang karyawan. Hampir semua proses masih menggunakan tenaga kerja manusia (manual), meskipun sudah dibantu oleh mesin dan peralatan. Pabrik Kaboki yang terdapat di Sukorejo, Pandaan mempunyai 3 outlet yaitu di pabriknya sendiri, di Jakarta, dan di Bali. Setelah factory tour, maka rombongan mendapatkan kursus merajut gratis. Setiap peserta diberi satu gulung benang dan satu jarum rajut, lalu diajari teknik merajut yang paling dasar. Ternyata tidak mudah ya merajut itu. Kalau rangkaian benang pas kurang bagus, maka benang bisa diurai dan proses dimulai lagi dari awal. Beberapa peserta terlihat sangat menikmati kursus tersebut dan bahkan bisa merajut dengan rapi. Hasil rajutan yang sudah jadi boleh dibawa pulang, ada yang dijadikan gelang ataupun kalung. Kemudian rombongan diajak untuk melihat ruang display produk sekaligus tempat penjualan produk. Produk yang ditawarkan bagus-bagus dan menarik. Menurut salah seorang karyawan, dibutuhkan kurang lebih 2-3 hari untuk membuat satu tas tangan.

Acara dilanjutkan dengan ISHOMA sebelum menuju ke UKM berikutnya, yaitu UKM Krupuk di Desa Krembung, Sidoarjo. Tempat UKM yang kedua ini masih sederhana, dijadikan satu dengan rumah pemilik. Beruntung rombongan datang siang hari, karena bisa melihat seluruh proses produksi krupuk, dimulai dari pencampuran adonan, kemudian adonan dimasukkan ke mesin cetakan, krupuk yang masih basah lalu dioven kurang lebih 3 menit sampai matang. Berikutnya krupuk dikeluarkan dari oven dan dijemur. Karena saat itu cuaca terik dan matahari bersinar dengan bebas, maka krupuk dijemur langsung dibawah sinar matahari. Jika cuaca mendung atau produksi dilakukan malam hari, maka penjemuran dibantu dengan oven. Pemilik UKM mengatakan proses oven dibantu dengan tungku/ketel pembakaran sehingga panas bisa dihasilkan dengan cepat dan suhu panas bisa diatur. Setelah kering, maka krupuk ditimbang dan dimasukkan ke dalam kemasan plastik. Produk yang sudah jadi saat ini dikirim ke Jawa dan daerah lainnya (Lombok, Bandung, dan Lampung). Setiap hari produksi menggunakan 500 kg tepung tapioka. Pemilik UKM menjelaskan bahwa yang kami kunjungi saat itu adalah pabrik yang kedua, di mana pabrik yang pertama setiap harinya berproduksi menggunakan 1,8 ton tepung tapioka. Bisa dibayangkan berapa ton krupuk yang dihasilkan setiap hari. Kalau di Kaboki rombongan diajak untuk merajut, maka di UKM Krupuk ini beberapa peserta membantu melepaskan krupuk yang sudah kering. Kegiatan tersebut menarik karena mereka menemukan jenis dan warna krupuk baru yang belum pernah dilihat selama ini. Sehingga, pemilik UKM membolehkan mereka untuk membawa beberapa krupuk yang sudah kering.

Kunjungan ke PT. Amerta Otsuka Indonesia, PT. Tritunggal Megah Indonesia dan PT. Suntory-Garudafood.

Kunjungan lapangan yang kedua diadakan pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2015. Rombongan berangkat dari Universitas Surabaya pada pukul 7 pagi, karena perjalanan yang ditempuh cukup panjang. Pada pukul 9 pagi kami sampai di PT. Otsuka di Desa Kejapanan, Pasuruan dan disambut dengan pegawai Otsuka yang membagikan pin Pocari Sweat .

Kami mendapatkan pengarahan dari Bapak Beta yang merupakan bagian dari company social responsibility perusahaan. Di Diversity Room dijelaskan tentang produk Pocari Sweat dan sekilaa sejarah PT. Otsuka. Selepas penjelasan tersebut kami mengikuti tour plant yang dipandu oleh Bapak Beta. Ruangan produksi hanya dapat dilihat dari balik kaca karena prosesnya otomatis dan kehigienisan harus dijaga.

Kami menyelesaikan kunjungan dan melaju ke daerah Jemundo, Sidoarjo, tempat perusahaan Garudafood berada. Sebelumnya kami mendapatkan goody bag dan berfoto di tempat yang telah disediakan.

Kedatangan kami di Jemundo sudah telat karena kemacetan yang terjadi, namun panitia tetap menyambut  kami dengan ramah dan menyesuaikan acara yang telah mereka susun. Dari penjelasan yang diberikan kami jadi mengerti ada dua pabrik yang beroperasi yaitu pabrik minuman dalam PET (botol) dan minuman dalam cup (gelas). Kami juga diajak.berkeliling lantai produksi cup. Karena produk ini akan dikonsumsi masyarakat, maka diberlakukan aturan yang ketat untuk dapat mengakses lantai produksi. Kami melihat tiga lini produksi yang sangat sibuk, karena pemasarannya untuk seluruh Indonesia. PT. Suntory-Garudafood juga memberikan hasil produksinya untuk kami bawa ke jurusan. (Ed. EDR)

 

Last Updated ( Thursday, 03 September 2015 07:54 )