Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Esti Dwi Rinawiyanti, S.T., MBA sebagai Juri iSMEC 2015

Esti Dwi Rinawiyanti, S.T., MBA sebagai Juri iSMEC 2015

E-mail Print PDF
Salah satu dosen Jurusan Teknik Industri Universitas Surabaya, Esti Dwi Rinawiyanti, mendapat kesempatan untuk menjadi juri di acara iSMEC (Industrial on Small Medium Enterprise) 2015. Acara yang diadakan oleh Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya (UB) berlangsung pada tanggal 26-29 Oktober 2015 dan tahun ini mengambil tema “Celebrating AEC 2015, Increasing Competitiveness through Innovation to Support Local Product.” Dari seleksi online maka terpilih 10 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia yang mengikuti babak final. Di hari pertama peserta mengunjungi setiap laboratorium di Jurusan Teknik Industri UB dan menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh tiap lab.  Sedangkan di hari kedua peserta diajak untuk mengunjungi IKM genteng di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Di acara kunjungan tersebut peserta sekaligus melakukan pengambilan data, baik menggunakan metode survey, interview maupun observasi langsung. Data yang diperoleh akan digunakan oleh peserta untuk merancang solusi inovatif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi IKM saat ini. Dengan diketahui kondisi lapangan dan kendala yang dialami IKM Talangsuko ini diharapkan dapat ditemukan solusi yang dapat membuat IKM Talangsuko ini berkembang lebih baik lagi untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), dan diharapkan nantinya dapat bersaing dengan produk sejenisnya baik itu bersaing dengan produk dalam negeri maupun produk luar negeri. Di hari ketiga tiap tim melakukan presentasi sebagai puncak acara final dengan memaparkan solusi yang telah dirancang untuk memperbaiki atau meningkatkan performansi IKM, khususnya yang terkait dengan tiga faktor, yaitu sumber daya manusia, produksi, dan pemasaran. Sesuai dengan tema, maka diharapkan solusi yang diajukan dapat meningkatkan keunggulan produk lokal menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Ada tiga juri yang menilai presentasi final, yaitu Ibu Esti (mewakili kalangan akademis), satu orang juri dari institusi pemerintah, dan satu orang lagi yaitu pemilik IKM genteng Talangsuko. Tiap tim dapat memberikan presentasi yang menarik dengan memaparkan solusi menggunakan pendekatan Teknik Industri. Bahkan, beberapa tim sudah menyiapkan rancangan produk yang inovatif yang diharapkan dapat membantu IKM. Setelah melalui proses penilaian yang cukup ketat, maka terpilih tiga pemenang, yang dinilai dapat memberikan solusi paling inovatif yang bisa menjawab permasalahan IKM saat ini. Selain itu, solusi dinilai sesuai dengan situasi dan kondisi IKM serta dapat diaplikasikan dengan mudah dan sederhana. (Ed. ED)

Last Updated ( Tuesday, 12 January 2016 08:27 )