Teknik Industri Universitas Surabaya

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Tentang Kami Kata Alumni

Kata Alumni

E-mail Print PDF

Disiplin ilmu yang dipelajari di TI bersifat luas dan fleksibel, sehingga para alumni TI dapat bekerja di berbagai bidang. Selain itu sistematika berpikir, attitude, dan wawasan juga dirasakan sebagai manfaat selama kuliah di TI UBAYA. Berikut kesan dan pesan dari para alumni TI:













Christian Tri Cahya, Angkatan 2009, PT Paragon Specialist Metal Surabaya, Workshop Coordinator

Haloo temen-temen Teknik Industri UBAYA.. aku mau sharing nih sebagai alumni TI UBAYA.. heheh..

KESAN & PESAN:

Selama di UBAYA banyak banget yang aku dapetin, baik itu di bidang akademik maupun non akademik. Kalo mata kuliah di TI sih yang pasti banyak dipake di dunia kerja. Tapi tidak hanya itu, banyak hal-hal yang di luar pelajaran yang juga sempat membentuk karakterku agar siap di dunia kerja bahkan di kehidupan sehari-hari. Contohnya: aku belajar berorganisasi di KSM TI, Industrial Games (IG XIX, IG XX, IG XXI), dan banyak kepanitian-kepanitian yang lain. Dari situ aku dapat belajar banyak seperti, bagaimana berkomunikasi dengan baik, memimpin suatu organisasi, dihadapkan suatu permasalahan yang melibatkan orang lain, belajar mengambil keputusan dengan cepat, dll.

UBAYA tuh kampus yang super komplit loh. Di UBAYA semua serba ada, mau cari buku ada perpustakaan UBAYA, sakit & butuh obat bisa langsung ke klinik dan apotek UBAYA, mau mengembangkan minat di olahraga, seni, dll ada yang namanya UKM dan KMM, mau belajar bahasa apapun ada ULC, mau cari lowongan kerja ada CAC, mau lanjut studi di luar negeri ada International Village, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pokoknya lengkap deh.

Banyak banget kenangan yang aku dapat di UBAYA khususnya di Teknik Industri: dosen-dosen TI yang lucu-lucu & pintar-pintar, temen-temen seperjuangan di kala susah dan senang, belajar kelompok buat UTS & UAS yang susah, dan masih banyak lagi kenangan yang lain. Kenangan jelek pun juga ada, dari dimarahi dosen sampe dapet IP jelek juga pernah aku alami. IP ku pernah mencapai 2,4 di Semester 3, tapi aku berhasil lulus 3,5 tahun dengan predikat Summa Cumlaude. Kok bisa?? Gak ada yang namanya mustahil, semuanya pasti bisa dilakukan kalau ada yang namanya USAHA, SEMANGAT, dan DOA. Jadi bagi kalian yang mungkin merasa nilai-nilainya masih belum tinggi, jangan cepat menyerah, kejar terus apa yang menjadi cita-cita kalian, dan tetap berusaha. GOD Bless you.













Novita Dewi Aryani, Angkatan 2009, Sekretaris Direktur Sakura Jaya Mandiri dan Golden Surabaya

TI Ubaya... waw... tidak ada kata-kata yang tepat untuk menjelaskan betapa berartinya TI UBAYA... suatu wadah untuk belajar, berkarya, berkembang, bersosialisasi, dan masih banyak lagi...
Merupakan suatu berkah luar biasa untuk memilih TI Ubaya mjd tempat untuk menimba ilmu,,
dengan dosen-dosen luar biasa, penuh perhatian dan kasih sayang, menjadikan kami lebih dari murid.. namun sudah layaknya anak sendiri...
Tanpa pamrih membantu mahasiswa untuk berkembang, dengan tulus memberikan kami yang terbaik...
Sesuatu yang saya tidak yakin bisa didapatkan di tempat lain...
Terima kasih banyak para dosen TI Ubaya... semoga para Ibu dan Bapak dosen sehat selalu, sehingga bisa membimbing lebih banyak mahasiswa....

 

Bagi adik2 yg sedang belajar di TI Ubaya, ayo terus semangat,..yakin cita2mu akan tercapai di TI Ubaya..,!!! Tentunya dengan usaha ya...XD

Buat adik2 SMA yg masih galau n pngin masuk TI? Udahhh.. TI Ubaya pilihan yang paliiiiiiiiing tepat...XD

Kata siapa TI gado2... yang ada kita serba bisa... :)

Jangan ikut ormawa juga ya,,, terutama BEM FT...upps... malah promosi..hahaha

Saatnya kembangkan pengalaman dan kemampuan akademik dan non akademik..bersama TI Ubaya...:D











Monika Soedjono, angkatan 2009, Staff Supply Chain Management - PT Wings Surya


TI Ubaya INCREDIBLE! Kesan itulah yang saya dapatkan ketika menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Teknik Industri Ubaya.  Selama kuliah, tidak hanya pembekalan knowledge tentang industri yang diperoleh, namun mahasiswa Teknik Industri Ubaya diajarkan bagaimana agar dapat mampu berkompetisi di masyarakat. Ungkapannya, kita tidak hanya diberi senapan dan peluru, tetapi juga diajarkan cara menembak dan strategi perang yang cerdas. Dan manfaat itulah yang saya rasakan sekarang. Banyak pembelajaran yang berguna bagi pekerjaan saya saat ini. Saya sekarang bekerja di PT Wings Surya sebagai staff Supply Chain Management. Sewaktu mulai bekerja, hal yang saya rasakan pertama kali ketika masuk dunia kerja adalah banyak tantangan menanti di depan saya. Berbekal ilmu yang saya pelajari selama kuliah dan berbagai pengalaman organisasi selama di Ubaya, membuat saya berani menghadapi masyarakat dan termotivasi untuk terus belajar, membuat bangga almamater. Pesan saya untuk calon–calon alumni TI Ubaya berikutnya: “Jangan pernah takut pada dunia, karena dunia itu begitu kecil sehingga dapat kamu genggam erat dalam tanganmu,yang kamu perlukan hanyalah tangan yang MAU TERBUKA serta hati dan pikiran yang LEBIH LUAS untuk melihat dunia itu sendiri.” God Bless.. =D


 







William Wijaya, angkatan 2009

Kesan :

Belajar di Jurusan Teknik Industri Ubaya... SANGAT MENYENANGKAN & TAK TERLUPAKAN

Selain dosennya yang mantap jaya.... fasilitas yang disediakan untuk para mahasiswanya pun juga sangat memadai, yang diimbangi dengan pemberian mata kuliah yang selalu up to date.

Disini, kita tidak hanya belajar hardskill saja, tetapi kita juga diajari tentang softskill, yang dikemas secara apik dan menyenangkan.

#jadipengenkuliahlagi

POKOKE TEKNIK INDUSTI UBAYA... JOS GANDOS KHOTOS-KHOTOS NGANTI BLEDHOS...EEEAAAAA..

TEKNIK INDUSTRI UBAYA INCREDIBLE

Pesan :

Terus Berinovasi...Terus Berkarya....Maju Terus Pantang Mundur.....^^v











Sylvie Natalia, angkatan 2008, Asisten Direktur di Pabrik Benang PT Hapete, Surabaya

Kesan : Studi di jurusan TI Ubaya adalah pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Selama studi, banyak ilmu dan pengalaman berharga yang saya dapat, terutama saat menjalani KP I, KP II, dan TA. Saya merasa bahwa dosen-dosen TI Ubaya sangat kooperatif dan sangat peduli dengan mahasiswanya. Dukungan dan bantuan dari para dosen membuat proses studi saya selesai lebih cepat. Selain itu,mata kuliah yang diajarkan juga cukup sesuai dengan bidang pekerjaan saya. Saya paling suka jika ada pembahasan mengenai studi kasus. Studi kasus membuat saya lebih memahami konsep yang ada dan dapat menerapkannya dalam pekerjaan saya. Suasana belajar di Teknik Industri Ubaya juga menyenangkan. Lingkungan yang asri disertai fasilitas yang memadai (wifi, lab.komputasi, gazebo, dsb) membuat saya semakin semangat belajar.

Pesan : Pembahasan mengenai ilmu-ilmu praktis dan studi kasus lebih diperbanyak, sehingga mahasiswa lebih mengerti bagaimana penerapannya saat di dunia kerja. Seringkali mahasiswa yang telah lulus bingung bagaimana cara mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah, karena hanya mengerti teori-nya saja. Padahal saat di dunia kerja nanti, teori tentu berbeda dengan praktek di lapangan.











Hendry Lukito, angkatan 2008, PostGrad Student (S2) di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)


To be the first university in heart and mind
. Motto atau tagline dari UBAYA itu tampaknya benar-benar mengena pada diri saya. Selama 4 tahun (2008-2012) menimba ilmu di jurusan Teknik Industri UBAYA, banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Di bidang akademis, saya banyak sekali mendapat ilmu dari para dosen yang sangat kompeten di bidangnya. Bukan hanya sebagai guru yang handal secara formal di dalam kelas, para dosen TI UBAYA juga merupakan pembimbing sekaligus motivator ulung di luar kelas. Fasilitas-fasilitas yang sangat memadai yang dimiliki oleh TI UBAYA juga sangat menunjang selama proses perkuliahan. Selama 4 tahun itu pula, saya mengalami berbagai pengalaman dan pelajaran hidup yang luar biasa selain di bidang akademis. Kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di TI UBAYA, yang sekarang membuat saya merasa sedikit menyesal karena tidak aktif di organisasi sejak awal kuliah, juga banyak memberi saya pengalaman-pengalaman baru selama berproses bersama di dalam organisasi. Deskripsi diatas sebenarnya hanya sepotong cerita dan kesan saya selama kuliah di TI UBAYA, masih banyak pengalaman-pengalaman berharga yang tidak bisa saya gambarkan melalui kata-kata. Yang pasti, perjuangan dan perjalanan itu akan selalu tercetak jelas di hati dan ingatan saya.

Setelah lulus dari TI UBAYA tahun 2012 lalu, saya memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena saya mendapatkan full scholarship dari salah satu universitas di Taiwan. Saat ini saya sedang mengambil Master Degree (S2) untuk jurusan Industrial Management di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Saya yakin dengan melanjutkan studi disini, selain untuk memperdalam ilmu yang sudah saya dapatkan selama di TI UBAYA, tetapi juga akan membuka lebih banyak pintu kesempatan untuk sukses. Selain itu, dengan semakin ketatnya persaingan di tingkat S1, dengan mengambil S2 maka akan membuat kita memiliki competitive advantages sebagai
bekal dan tabungan di masa mendatang. Melalui tulisan ini, saya juga ingin mengajak teman-teman yang ada di UBAYA untuk menjadikan S2 sebagai pilihan setelah lulus dari UBAYA selain langsung terjun ke dunia kerja. Saat ini, banyak universitas terkemuka yang memberikan beasiswa untuk melanjutkan studi di universitas mereka dengan syarat yang tidak terlalu berat, terutama di Taiwan.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada UBAYA, terutama kepada TI UBAYA atas segala pengalaman yang tidak akan pernah bisa saya lupakan. Saya akan selalu bangga
telah menjadi bagian dari almamater UBAYA. VIVA TI UBAYA!!








Marissa Kristiana, angkatan 2008, Staff Logistik PT Santos Jaya Abadi

Dulu, waktu saya memutuskan untuk mengikuti saran orang tua untuk melanjutkan studi di TI Ubaya, saya merasa biasa saja. Setiap kuliah saya ikuti saja tanpa ada rasa ingin tahu lebih lanjut. Pada waktu saya memasuki semester ketiga, saya mulai merasa sepertinya ada sesuatu yang dibentuk dari pendidikan yang sudah saya jalani selama setahun. Hal yang paling besar yang saya rasakan adalah peubahan pola pikir. Ilmu TI mengajarkan pada saya untuk tidak hanya berpikir lurus ke depan, tetapi berpikir dari berbagai sisi dan terus menciptakan inovasi. Dari itu, saya betul-betul menyadari apa gunanya saya belajar ilmu TI dan mulai muncul rasa ingin tahu. Tugas-tugas yang diberikan para dosen pun juga menambah wawasan dan ketrampilan, karena bukan hanya sebagai dosen, mereka juga dapat menjadi teman dan tutor. Saya rasa, hanya waktu yang menjadi jarak antara mahasiswa dengan para dosen.

Pesan saya untuk teman-teman yang sekarang sedang menjalani pendidikan di TI Ubaya adalah jangan berputus asa, tetap berjuang dan semangat, karena segala kesulitan bukanlah penghalang, melainkan sebagai jembatan kita untuk melangkah ke kehidupan yang sesungguhnya. Maju terus TI Ubaya!



Sigit Raharjo,  angkatan 2007,  Distribution Center Analyst - Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G)

Inisiatif awal saya untuk mengajukan aplikasi ke Procter & Gamble Home Products Indonesia (P&G) berdasarkan usulan dari Bu Amelia (Dekan Fakultas Teknik Ubaya periode 2011-2015). Setelah itu saya mulai mencari informasi terkait profil perusahaan serta function-function apa saja yang ditawarkan di perusahaan tersebut. Faktor lain yang membuat saya tertarik masuk ke perusahaan ini adalah bahwa P&G menempati urutan ke-3 sebagai Top 25 Global Supply Chain di tahun 2005 dan merupakan perusahaan FMCG terbesar yang telah berdiri sejak 174 tahun lalu. Selain itu P&G dikenal sebagai perusahaan yang inovatif, kuat dari segi leadership, dan kaya dari segi kultural. Hal inilah yang membuat saya semakin tertarik untuk mencoba peruntungan saya di perusahaan ini. Proses hire yang saya jalani berlangsung di tiga kota, yaitu Jogjakarta, Surabaya, dan Jakarta. Secara keseluruhan, dari interview pertama hingga saya diterima di perusahaan ini memerlukan waktu 53 hari. Pada tanggal 6 Juni 2011, akhirnya saya mendapatkan posisi sebagai Distribution Center Analyst yang merupakan bagian dari product supply. Fungsi distribution center analyst tersebut berkaitan dengan analisis operasional distribution center serta berinteraksi dengan partner bisnis internal maupun eksternal. Tahapan proses hiring ini memang tampak berat namun benar-benar setimpal dengan pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan dari perusahaan. Berikut adalah strategi-strategi yang saya terapkan dalam menghadapi proses hiring/ melamar pekerjaan di P&G:

1.     Eksplorasi segala informasi terkait perusahaan.

P&G telah memberikan penjelasan mengenai kualifikasi apa yang mereka butuhkan di website resminya, yaitu berkaitan dengan power of mind, power of people, dan power of agility (P&G’s Success Driver). Oleh sebab itu, sebaiknya kita memahami PVP (purpose, value, principles) dari perusahaan tempat kita akan bekerja.

2.    Jawab pertanyaan-pertanyaan selama interview dengan jujur dan jangan ragu untuk menunjukkan kemampuan kita. Sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan personality dan experience yang pernah kita dapatkan.



Jessica Alice Karana, Teknik Industri Angkatan 2007
Teknik Industri di Universitas Surabaya mengajarkan berbagai ilmu kepada saya dalam bentuk teori maupun praktek. Ilmu teori saya dapatkan dari perkuliahan sedangkan ilmu praktek saya dapatkan dari berbagai fasilitas yang disediakan oleh jurusan, mulai dari beberapa laboratorium hingga teaching industry. Selain dari beberapa fasilitas tersebut, Ubaya juga telah bekerja sama dengan beberapa website yang menyediakan berbagai macam jurnal. Hal ini sangat membantu saya dalam mencari sumber yang saya butuhkan baik dalam mengerjakan proyek kuliah, maupun dalam mengerjakan Tugas Akhir. Ubaya telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Baik pelajaran akademis maupun pelajaran hidup yang tidak kalah penting. Selama kuliah di Ubaya, saya diajar untuk menghargai dan menghormati kebiasaan dan kebudayaan dari berbagai suku dan agama. Hal ini sangat penting mengingat di dunia kerja, kita akan menghadapi orang-orang dari berbagai pulau, atau bahkan negara. Akhir kata, kuliah di Ubaya merupakan pengalaman berharga yang sangat menyenangkan. Terima kasih Ubaya!

 


Yusuf Adi Putra, angkatan 2006, Management Consultant for ISO certification.

In the beginning...

Awal dari yang paling awal sebelum masuk di TI...
Thx GOD.. Akhirnya aku bisa kuliah. Waktu kelas 3 SMA (Kelas XII), saya bingung mau kuliah atau langsung kerja, karena tidak ada biaya kuliah,selain itu di waktu yang sama adik saya harus masuk SMA. Sudah bertekad bulat untuk masuk jalur SPMB (Perguruan TInggi Negeri) dengan biaya yang murah, kalo ga lulus ya berarti kerja... Ubaya just only my dream.. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya diterima di TI Ubaya dengan tidak keluar sepeser biaya pun!!!!! Uang UPP Free!, Uang USP Free sampe lulus!! Dapat uang saku lagi!!!

Awesome God... ^.^

Dari hati saya yang terdalam,Ijinkan saya mengucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Stefanus (Kajur Tahun 2006) dan seluruh jajaran management Ubaya yang sudah memberi kepercayaan kepada saya untuk belajar di TI Ubaya melalui beasiswa TPSDP. Sadar atau tidak, Anda semua telah mengubah jalan hidup seseorang menjadi lebih baik saat ini. Sekali lagi terima kasih banyak.. =)

Awal studi di TI Ubaya...

Sempat bingung karena banyak yang ga kenal. Saya orangnya juga pendiam (Hehehe...). Beruntung saya masuk di organisasi yang tepat, yaitu KSM TI.

Di KSM TI saya mendapatkan banyak hal, mulai dari kenalan dengan kakak2 angkatan atas, keakraban yang luarbiasa sebagai saudara,ilmu organisasi yang sangat berharga, dan banyak lagi. KSM TI is part of my life dan my family forever and ever.... =)

Di awal kuliah, saya begitu bersemangat dalam mengikuti setiap kuliah. Semangat dalam banyak hal. Semangat belajar, semangat organisasi, semangat lomba, semangat kerja (saya jadi guru les dan asdos juga). Saking semangatnya (dan capeknya), saya sampe jatuh sakit (semester 3) selama 2 minggu, dan ini berlangsung 2 minggu sebelum UAS.stres campur pusing campur sakit. Dalam kondisi ini, saya akhirnya sadar dan mencoba untuk belajar membagi waktu dengan lebih baik.

Perjalanan kuliah saya luar biasa karena didukung oleh dosen2 yang support luar biasa, baik secara formal (in class) maupun (out class). Bukan hanya sebagai pengajar, mereka juga sebagai orang tua, motivator dan booster saya untuk berani mencoba hal-hal baru dan berani mengambil resiko.

special thanks for:

- Bu Meitha, Bu Ika, P.Eric, P.Benny yang sudah kasih kepercayaan saya dan tim untuk ikut lomba Internasional (PolyU Global Student Challenge 2009). Saya ga tau kenapa saya yang dipilih, padahal ada banyak orang-orang yang lebih hebat,kompeten dan ciamik di TI waktu itu. But, We'll do the best.. Semoga hasil lomba ini (Fyi,Tim Ubaya masuk 30 besar dari 123 tim di seluruh dunia, dan satu2nya wakil dari Indo lhoo...) tidak mengecewakan Bapak/Ibu yang sudah kasih kepercayaan ke kami.
- P. Rosi, Bu Yenny dan Bu Dina yang sudah bimbing saya dalam TA yang cukup "ruwet" dan "berat" dengan sabar. Thx untuk Bu Dina, yang sebenarnya bukan dobing TA saya, tapi bersedia untuk saya ganggu teruss... hehehe...
- Semua dosen yang pernah mewarnai kehidupan saya selama 4 tahun di Ubaya. Saya ingin terima kasih karena sudah kasih ilmu yang sangat berguna buat saya.

Now...

Saya bekerja sebagai Konsultan Manajemen. Saya membantu perusahaan dalam memperbaiki sistem manajemen dan memfasilitasi mereka dalam proses sertifikasi ISO. Profesi saya terkait dengan seluruh sistem perusahaan, mulai dari sistem produksi, pembelian, pengendalian kualitas, logistik/inventory, dll pokoknya TI banget lah.. Hehehe. Saya sangat bersyukur karena di profesi saya sekarang ini, saya benar2 bisa mengaplikasikan seluruh ilmu yang sudah saya pelajari selama 4 tahun di TI Ubaya. Benar2 tidak sia2 sewaktu belajar APK, PKS, PPC, Manpers, TLP, ISO, Statistik, WMS, Procurement, dll... Dulu saya pikir matkul2 ini ga berguna... Sekarang saya tau betul aplikasi2 dari apa yang sudah pernah saya pelajari... Memang tidak 100% bisa Saya terapkan, tapi basic dari sistem perusahaan sudah sya pelajari sewaktu kuliah, tinggal mengembangkan... ^.^ Demikian sharing saya.. Maaf kalo kepanjangan... Ini cuma sekelumit dari perjalanan 4 tahun saya di TI Ubaya...VIVA TI UBAYA!!



Agus Suwarno, angkatan 2006, Branch Head PT. Mitra Pinasthika Mustika

Dulunya saat kelas 3 SMA di saat saya harus menentukan pilihan untuk mengambil suatu jurusan pada suatu universitas, saya sempat merasa bingung. Saya bingung harus memilih jurusan apa dan universitas mana yang menawarkan kesempatan  pendidikan yang terbaik untuk jurusan yang akan saya pilih. Setelah melalui proses pertimbangan yang cukup lama, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik Industri di UBAYA.

Bingung kenapa gua ambil TI di Ubaya? Alasannya simple, karena TI mengajarkan BANYAK HAL. Mulai dari marketing hingga ke proses pembuatan produk. Memang benar sih semasa gua kuliah banyak banget tuh temen" dari jurusan lain yang bilang kalo TI itu jurusan 'gado-gado' ~ kaga ada fokusnya ~ karena semua dipelajarin. Tapi teringat seorang dosen pernah bilang ke kami kalo apa yang membuat gado-gado itu enak? Waktu itu kami sekelas bingung mau jawab apa. Trus dosen itu ngejelasin kalo yang bikin gado-gado itu enak ya karena ada banyak campuran di dalamnya dan yang paling penting adalah BUMBUnya. Sama dengan TI, memang benar banyak ilmu yang diajarkan di TI tapi ingat satu kelebihan kita yaitu berpikir INTEGRATIF yakni bagaimana melihat suatu sistem sebagai suatu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.

Dari sini saya dapat melihat kelebihan TI dibandingkan dengan jurusan yang lainnya. Memang benar kita tidak belajar sedalam apa yang dipelajari jurusan lain. Tapi kita belajar bagaimana mengintegrasikan disiplin-disiplin ilmu yang lain menjadi satu kesatuan untuk mencapai keefektifan dan keefisienan kerja. Awalnya sih mungkin kita boleh tidak percaya kalo kelak ilmu gado-gado ini bisa berguna di kehidupan kita mengingat yang diajarkan tidak sedalam jurusan lain.

Tapi, tunggu dulu. Saya baru merasakan manfaat belajar di TI setelah saya lulus kuliah.  Saya memang tidak akan sejago teman-teman Akuntansi di dalam membuat neraca, proforma, dll atau mungkin sejago teman" teknik manufaktur di dalam perancangan mesin dan produk. Tapi saya jago dalam 1 hal yakni bagaimana melihatnya secara keseluruhan. Saya mulai belajar melihat konsep nyata suatu masalah bukan hanya dari satu sisi dari banyak sisi dan menemukan solusi yang terbaik.

Oh ya, saya pernah bekerja di salah satu Bank swasta yang cukup terkemuka di Indonesia. Memang bukan peringkat 1 tapi setidaknya masuk ke dalam 10 besar bank di Indonesia. Pekerjaan saya sebagai markeding kredit usaha di mana kita harus menganalisa usaha debitur dari segi keuangan, proses usaha nasabah, dan faktor-faktor lainnya. Dari sana saya melihat teman-teman dari jurusan yang terkait dengan ekonomi sangat ahli dalam menganalisis laporan keuangan tiap nasabah dari sudut pandang akuntansi tentunya. Tapi mereka mulai kesulitan saat harus mengintegrasikan banyak faktor seperti proses kerja usaha nasabah, keuangan nasabah, rencana perusahaan nasabah, dll. Mereka pusing karena tidak terbiasa berpikir secara integral. Di sinilah keunggulan lulusan TI terbukti. Mereka sanggup memberdayakan kemampuan teman-teman dari jurusan lain untuk mendapatkan suatu penyelesaian yang tepat pada sasaran. Saya dapat langsung melihat apakah perusahaan milik seorang nasabah ini telah berjalan dengan efektif dan efisien atau belum. Dan apabila belum, maka saya dapat memberikan masukan bagi perusahaan tersebut.

Memang hal tersebut di luar lingkup pekerjaan saya sebagai seorang marketing yang tugas utamanya adalah mencari nasabah yang layak dibiayai. Namun perlu diingat jika nasabah yang saya tangani bekerja semakin efektif dan efisien maka tentu omzet nya akan semakin meningkat dan dapat menjadi teman bisnis yang menguntungkan mengingat resiko pemberian kredit akan menurun jika nasabah tersebut telah menjalankan bisnisnya dengan efektif dan efisien.

Di sinilah bedanya lulusan TI di saat teman-teman dari jurusan lainnya hanya fokus pada satu masalah dan tidak mempedulikan hal lain di luar tugas mereka tanpa melihat dampak besarnya bagi mereka.

Tapi ingat, sebagai lulusan TI kita bukanlah yang terbaik. Setiap jurusan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kita tetap membutuhkan lulusan lain karena mereka mendalami disiplin ilmu lainnya lebih dalam dari kita, sedangkan kita dapat bertindak sebagai pengambil keputusan setelah mendapatkan input dari teman-teman kita.


Albert Harijanto, angkatan 2005, Production & Quality Executive PT. HM. Sampoerna, Tbk.

“Tak kenal maka tak sayang”, sebelumnya perkenalkan nama saya adalah Albert Harijanto (angkatan 2005 TI Ubaya) dan sekarang bekerja di PT HM Sampoerna Tbk. Jujur harus saya katakan bahwa pilihan untuk kuliah di jurusan Teknik Industri adalah suatu pilihan yang tepat karena disiplin ilmu yang dipelajari sangat aplikatif dan kurikulum yang diberikan merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu sehingga bermanfaat di dalam dunia kerja. Selain itu, fasilitas yang diberikan oleh Ubaya dalam mendukung proses pembelajaran selama kuliah di Teknik Industri juga sangat mantap seperti gedung Teaching industry, lab. komputasi, lab. Ergonomic & Design, lab. Prosman dll.

Seperti mayoritas mahasiswa lainnya, saya pun menargetkan lulus tepat waktu (3,5 - 4 tahun). Target ini pun bisa tercapai dengan adanya perencanaan studi yang tepat di setiap semesternya. Proses perencanaan studi ini bisa dibilang merupakan proses yang gampang-gampang-susah karena harus melihat alur rantai mata kuliah yang menjadi prasyarat, faktor sks yang bisa diambil agar tidak terlalu berat dan berdampak pada nilai IPK yang turun dan faktor mata kuliah yang hanya buka di semester gasal atau genap saja. Diskusi dengan dosen dan mahasiswa senior (angkatan atas) terkait dengan tugas-tugas yang ada di tiap mata kuliah juga penting agar nantinya tidak terlalu overload di semester tersebut.

Mata kuliah yang diberikan selama kuliah di Teknik Industri juga membuat saya mudah dalam menyelesaikan Tugas Akhir karena banyak sekali topik dari mata kuliah yang dapat saya explore. Saya mengambil penjurusan Supply Chain Management dan topik Tugas Akhir saya membahas tentang pemilihan supplier menggunakan contoh salah satu perusahaan furniture di Mojokerto. Selama mengerjakan Tugas Akhir, saya melihat bahwa pelajaran in class (teori) yang saya dapatkan tidak jauh beda dengan kondsi riil di lapangan sehingga saya tidak kesulitan untuk memahami kondisi selama pengerjaan Tugas Akhir.

Akhirnya, dengan bantuan dosen-dosen dan teman-teman yang sangat luar biasa, target lulus 3,5 tahun bisa tercapai dengan nilai IPK yang cukup memuaskan. Pertanyaan besar muncul soal pekerjaan yaitu “Bagaimana cara saya mendapatkan pekerjaan?”. Nah, Ubaya sudah membaca pertanyaan dari mayoritas mahasiswa ini dengan membangun CAC (Carreer Assistance Centre) dimana telah bekerja sama dengan banyak perusahaan besar dan sangat user friendly untuk digunakan oleh mahasiswa untuk mencari pekerjaan. Saya pun mendapatkan tawaran kerja dari PT HM Sampoerna Tbk juga karena melihat data yang sudah saya isi didalam website CAC. Saya lulus bulan April 2009 dan mendapatkan pekerjaan di bulan Agustus 2009 sehingga total hanya butuh waktu 4 bulan saja utk mendapatkan pekerjaan yang sangat luar biasa. Just info, mahasiswa TI Ubaya tidk usah takut tidak mendapatkan pekerjaan karena di luar sana sudah banyak perusahaan yang mencari lulusan TI Ubaya.

Selama hampir 2 tahun bekerja di PT HM Sampoerna Tbk, sudah 2 posisi yang pernah saya rasakan yaitu TPO Production Coordinator dan Hand Rolled Operations Analyst. Kedua posisi ini masih dalam divisi yang sama yaitu Sigaret Kretek Tangan (Hand Rolled Manufacturing). Banyak sekali aplikasi ilmu TI yang bisa diterapkan di dunia kerja.

Aplikasi ilmu TI sangat banyak saya aplikasikan selama ini seperti Ergonomi dan micromotion study untuk melihat adanya proses non value added dari pekerja yang dapat dihilangkan sehingga berpengaruh kepada produktivitas (time study). Selain itu, Manajemen Persediaan untuk menghitung stok/inventori produksi, konsep Statistik untuk melihat proses pengambilan sample, pembuatan Balance Scorecard dan KPI dari 4 perspektif yaitu financial, customer, internal business process dan learning and growth untuk memberikan gambaran kepada manajemen berkaitan dengan target yang dicapai dan masih banyak aplikasi mata kuliah lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Pada awal tahun 2011, Sampoerna menyelenggarakan training lean kepada seluruh karyawan dan saya ditunjuk sebagai salah satu trainer untuk Sigaret Kretek Tangan. Materi di dalam lean training juga sangat kental aroma TI seperti SMED (Single Minute Exchange of Dies), Kaizen, Pokayoke, Internal Material Flow dan 5S/5R (Ringkas, Rapi, resik, Rawat, Rajin). Materi tersebut sudah hampir semua pernah saya dapatkan selama kuliah sehingga tidak kesulitan dalam aplikasi di dunia kerja. Saya merasa beruntung kuliah di TI Ubaya karena kurikulum yang diberikan sungguh membuat saya cepat mengerti dalam mengerjakan tugas-tugas kerjaan yang diberikan

Akhir kata, terima kasih kepada semua dosen Teknik Industri Ubaya atas segala ilmu, pengetahuan dan nasihat yang telah diberikan kepada saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Mohon maaf apabila nakal selama kuliah di Ubaya.. hehe.. Sukses untuk kita semua.. Viva Teknik Industri. Viva Ubaya.




Aditya Susilo, angkatan 2004, Entrepreneur, twitter : adityasusilo; *www.sambelpecelkemangi.com*

Masuk Teknik Industri Universitas Surabaya pada tahun 2004 dan  lulus dengan 7 semester pada tahun 2008. Saat ini saya memiliki sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang makanan. Terdapat 2 hal penting yang saya dapatkan ketika kuliah di Teknik Industri Ubaya :

 

1. Hard skill
Yang saya maksud hard skill adalah kemampuan / wawasan / logika berpikir yang dibentuk selama kuliah di TI Ubaya. Setelah masuk dunia kerja, saya baru menyadari bahwa setiap mata pelajaran di TI UBAYA seolah-olah seperti mata rantai yang masing-masing punya fungsi dan tempat sendiri2, namun semuanya saling berkaitan. Mata kuliah manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen kualitas, manajemen sumber daya manusia misalnya, masing2 punya posisi sendiri di dunia nyata, yang mana setiap hal detail dalam mata kuliah tersebut digunakan dalam keseharian pekerjaan saya. Sebagai pemilik, kita diharuskan mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan semua hal di atas, atau mengintegrasikan semua mata kuliah yang didapatkan pada saat kuliah di TI Ubaya. Kemampuan tersebut sudah mulai dilatih sejak mata kuliah KP1 (Kerja Praktik 1). Namun, tidak semua hal yang kita dapatkan ketika kuliah dapat diterapkan "mentah-mentah" di dunia kerja. Oleh karena itu, tidak cukup kita kuliah hanya dengan hafalan. Setiap dosen saya di TI Ubaya selalu mengajarkan bagaimana sebenarnya logika berpikir setiap mata kuliah tersebut, tidak hanya memberikan kuliah sebagai hafalan. Setiap logika berpikir dan kemampuan mengintegrasikan semua mata kuliah TI Ubaya seolah memberikan "peta" berpikir, bagaimana cara menyelesaikan sebuah solusi dan bertindak. Seolah-olah membuat saya menjadi lebih "berisi" dibandingkan lulusan TI universitas lainnya.

2. Soft skill
Hal kedua yang saya dapatkan ketika kuliah di TI Ubaya adalah mengenai soft skill. Yang saya maksudkan sebagai soft skill adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Sejak semester 2, saya masuk dan aktif sebagai pengurus KSM - TI. Dalam berorganisasi, saya diajarkan banyak hal mulai dari kepemimpian, bagaimana bekerja di dalam tim, bagaimana menghadapi tekanan pekerjaan, bagaimana kita bisa mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Pengalaman-pengalaman tersebut yang membantu saya ketika bekerja. Saya harus bertemu / berinteraksi dengan orang lain, konsumen, supplier, karyawan, shareholder, dan lainnya.

Setelah bekerja, saya merasakan bahwa hard skill dan soft skill seseorang harus seimbang. Misalnya pada saat saya akan launch sebuah produk baru ke pasar, dan harus berhubungan dengan konsumen dan karyawan. Hard skill dari TI Ubaya yang membantu saya untuk membuat program-program launching untuk produk baru di pasar. Sedangkan soft skill yang saya dapat dari TI Ubaya yang membantu saya bagaimana memotivasi salesman supaya bisa menjalankan program-program yang saya inginkan. Setelah berbenturan di dalam dunia kerja, saya baru menyadari bahwa kita tidak akan bisa bertahan di dunia kerja yang "keras" ini apabila hanya mengandalkan salah satu skill, hard skill saja, maupun hanya soft skill saja. Tapi harus keduanya, secara seimbang.

Akhir kata, saya sangat bangga menjadi lulusan Teknik Industri Ubaya. Saya tidak sangat hebat untuk urusan hard skill dan tidak sangat hebat juga untuk urusan soft skill. Pada kesempatan ini, saya juga ingin berterimakasih pada semua dosen dan semua bagian di Teknik Industri Ubaya yang berdedikasi menghasilkan lulusan yang bisa berkiprah di perusahaan nasional, multinasional, dan yang berwiraswasta.


Herlina Tanaga, angkatan 2003, Marketing Plan di perusahaan perhiasan di Surabaya
Pengalaman Studi Teknik Industri di Universitas Surabaya

Syallom teman-teman teknik industri semuanya, kalau ditanya pengalaman selama kuliah ya banyak sekali, masuk tahun 2003 di KP:D dengan NRP: 6033849 adalah identitas saat itu, masa ospek terlalui dan saatnya mulai belajar ilmu, semester demi semester terlalui ternyata memberi kesan yang berbeda, beberapa mata kuliah ada yang saya suka (contoh: Manajemen Keuangan, Analisis Perancangan Kerja, Manajemen Pengembangan Produk,  dan Perencanaan Industri) dan ada mata kuliah yang menjadi momok saya pada saat itu, saat itu karena sulit saya mengerti (contoh: Menggambar Teknik, Pengetahuan Bahan Teknik), ya tapi itu semua adalah proses yang harus di lalui. Banyak mata kuliah yang mengharuskan kita kerja berkelompok sangat membantu saya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Sebut saja perencanaan industry yang mengabungkan 10 orang per kelompok, di mana keja team sangat di perlukan saat itu, tak kalah serunya, dalam kerja praktek 1 dan kerja praktek 2 yang sangat menyenangkan. Ya kalau dari saja, ketika memutuskan untuk memilih suatu studi maka lakukan yang terbaik semampu kita, maka akan ada kesan yang mendalam saat kita telah melaluinya, banyak hal yang terjadi dan tidak dapat di ceritakan semuanya.

Aplikasi ilmu Teknik Industri

Seperti yang saya ceritakan diatas saya lulus tahun 2007, saya mulai bekerja di perusahaan orang tua group dan saya tidak cocok dengan karakter dari perusahaan itu sendiri, maka tahun 2008 saya masuk ke perusahaan perhiasan sampai saat ini, saya menduduki bagian marketing plan (meliputi antara lain: penentuan permintaan model perhiasan di pasar, penempatan order kebutuhan pasar, analisa model, survey model, promosi product, dll) kalau ditanya aplikasinya ilmu pemasaran , Analisa keputusan (masalah, prioritas kerja, biaya, dll) dan promosi yang akan digunakan serta pengembangan product menjadi titik berat dalam pekerjaan saya saat ini. Semua perusahaan memiliki visi, misi dan budaya sendiri-sendiri, dan tugas kita untuk mengintegrasikan dengan kemampuan kita. Kalau menurut saya bidang Teknik industri sangatlah luas, tergantung anda suka mengembangkan diri di bidang yang mana. Pada saat memilih pekerjaan, pilihlah karena suka, jika sudah suka maka kita akan menjadi semangat dan termotivasi sehingga otomatis kerjaan kita akan optimal dan hasilnya pendapatan juga akan mengikuti apa yang kita lakukan.
  







Azalia Wijaya, angkatan 2002, Wiraswasta

Pada waktu kelas 3 SMA saya agak bingung harus memilih jurusan apa jika nanti mendaftar di perguruan tinggi. Setelah bertanya kepada beberapa orang akhirnya saya merasa sreg untuk memilih jurusan Teknik Industri dan setelah membandingkan beberapa perguruan tinggi yang memiliki jurusan ini, saya menjatuhkan pilihan pada TI UBAYA.

Setelah lulus SMA…..tibalah saatnya untuk memulai hari-hari di TI UBAYA, di awal-awal semester masih belum ada bayangan sama sekali kira-kira apa yang bakal dipelajari dan akan mengarah pada pekerjaan apa jika sudah lulus nanti.

Hari demi hari dilewati di TI UBAYA, ternyata banyak hal yang saya pelajari, dimana ilmu-ilmu yang didapat memiliki keterkaitan antara 1 dengan yang lainnya yang pada akhirnya bertujuan untuk membentuk suatu sistem yang terintegrasi dan hal ini dapat diterapkan dalam bidang pekerjaan apapun. Ditunjang dengan dosen-dosen TOP dan kelengkapan laboratorium yang dimiliki TI UBAYA, seperti Lab. APK & E, Lab OMI, Teaching Industry (Miniplan) ilmu-ilmu yang didapat pada waktu kuliah menjadi lebih mudah untuk dipahami, dan disamping itu masih ada KP II dan studi ekskursi ke perusahaan-perusahaan.

Selain ilmu akademik, saya juga memperoleh pengalaman non akademik karena bergabung dengan KSM-TI UBAYA, yang membuat saya dapat bertemu dan bekerjasama dengan banyak orang, sehingga saya bisa mengenal dan belajar cara berhadapan dengan berbagai karakter.

Secara keseluruhan, TI UBAYA menurut saya tempat kuliah yang OK, karena disamping teori disertai dengan praktek sehingga membuat kita mudah beradaptasi di dunia kerja.

Terima kasih saya ucapkan pada TI UBAYA telah memberikan ilmu-ilmunya & KSM-TI UBAYA untuk keakraban dan kenangannya yang tidak terlupakan selama 7 semester saya kuliah, VIVA TI UBAYA!!!


Yansen  Lokanata, angkatan 1997, Junior Bank Supervisor Bank Indonesia Palu, Central Sulawesi. 
Semas a kuliah, Yansen banyak menorehkan prestasi dengan mengikuti kejuaran-kejuaraan catur nasional maupun inte rnasional. Sehingga selain mewakili UBAYA, Yansen kerap mewakili Indonesia di percaturan dunia. Yansen yang berasal dari Balikpapan ini menempuh SD dan SMP di kota kelahirannya, kemudian melanjutkan SMA di St. Louis I Surabaya, dan menjadi mahasiswa TI UBAYA sejak 1997 hingga 2001.
Setelah lulus dari UBAYA, Yansen bekerja di Bank Danamon Samarinda dan Balikpapan, Bank Artha Graha Surabaya, Bank Negara Indonesia Bau-bau dan Makasar, terakhir sejak Januari 2006 Yansen diterima oleh Bank Indonesia untuk mengikuti Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) angkatan XXVI. Suatu prestasi yang membanggakan mengingat ketatnya persaingan untuk menjadi pegawai Bank Indonesia. Saat ini Yansen menjadi Junior Bank Supervisor Bank Indonesia di Palu.
Ketika ditanya adalah manfaat yang ia rasakan selama kuliah di TI UBAYA, mengingat pekerjaannya di bidang perbankan tidak berhubungan langsung dengan core knowledge di TI UBAYA, Yansen menjawab ‘Saya terbiasa dengan sistematika berpikir yang diterapkan selama kuliah, untuk melakukan continuous improvement sehingga menuntut bagaimana merencanakan dan bertindak agar memiliki hasil kerja yang semakin baik setiap saat. Dan menurut saya itulah nafas utama Teknik Industri. Di TI kita dituntut sebagai seorang generalis, to know something about everything, sedang di dunia kerja saya saat ini lebih dituntut to know everything about something. Akibatnya cara berpikir dari global ke detail dan detail ke global secara berganti-ganti dapat memberikan wawasan cara berpikir yang lebih luas.’

Yovi Aditya, angkatan 1997, IT Engineer, Tesla Consulting, Semarang (www.tesla-consulting.com)

Pekerjaan yang Yovi tekuni mulai dari semester 7 kuliah di TI UBAYA hingga saat ini tidak pernah terlepas dari dunia Information Technology (IT). Mulai sebagai web content editor staf di Alto Entertainment Network hingga lulus kuliah, kemudian meningkat menjadi Head of Product and Promotion Division di perusahaan yang sama. Bahkan setelah menyelesaikan studi S2nya di Melbourne, Australia, dengan mengambil program Master of Information Technology, Yovi bekerja di RMIT University Australia sebagai salah satu staf IT. Saat ini Yovi kembali bekerja di Indonesia, tepatnya di Semarang sebagai IT Engineer.

Yovi merupakan salah satu contoh alumni yang bekerja di bidang yang tidak berhubungan langsung dengan ilmu TI. Tetapi di luar perkiraan, ternyata Yovi beranggapan banyak hal yang dapat ia manfaatkan selama kuliah.

‘Saya menggunakan konsep Ergonomi dan Tata Letak Pabrik untuk membuat suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang lebih mudah dan praktis, tanpa mengurangi kualitas yang dihasilkan. Metode yang diajarkan dapat digunakan untuk mempengaruhi performance kerja sehari-hari yang sangat menentukan efektifitas staf. Selain itu saat saya harus membawahi beberapa orang staff, mata kuliah Psikologi Industri, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi menjadi suatu hal yang membuat saya berpikir bahwa sangat beruntung sekali saya pernah mempelajari teori-teori dasar sebagai seorang leader, sehingga tidak terlalu sulit bagi saya untuk menerapkannya di dunia nyata.’

‘Selain bekal ilmu yang saya dapatkan, pengalaman berorganisasi dalam KSM TI dan kepanitiaan lain selama studi di Ubaya, juga meningkatkan kemampuan saya dalam membina hubungan interpesonal dengan rekan-rekan kerja saya di Australia, yang tentu saja sangat berbeda dengan budaya orang Asia.’

Menutup pembicaraan, Yovi memberikan saran untuk kemajuan TI UBAYA ‘Aspek kreativitas mahasiswa dan pembinaan kemauan untuk menciptakan inovasi dan berwirausaha perlu lebih ditingkatkan lagi di masa pendidikan di TI Ubaya, agar mahasiswa pun juga dapat merasakan bahwa pendidikan di Ubaya tidak hanya melulu teori dan hafalan, melainkan lebih dari itu, banyak sekali aspek-aspek terapan yang bisa diperoleh di dalamnya.’

Last Updated ( Monday, 13 May 2013 12:05 )