Surabaya – Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menjadi rujukan nasional bagi perguruan tinggi yang ingin mempercepat transformasi kurikulum dan fasilitas pendukungnya. Pada Kamis, 18 September 2025, Ubaya dengan bangga menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Rombongan UMI yang datang cukup lengkap dipimpin langsung oleh Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah, ST, MT, IPM, ASEAN Eng. (Ketua Program Studi S1 Teknik Industri UMI) dan Prof. Dr. Ir. Lamatinulu, MT, IPU, ASEAN Eng. (Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI), didampingi Dr. Ir. Taufik Nur, ST, MT, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., Ir. H. Muhammad Nusran, Ph.D, IPM, ASEAN Eng., Dr. Ir. Nurul Chairany, ST, MT, IPM, ASEAN Eng., CISA, Dr. Ir. Abdul Mail, MT, IPU, ASEAN Eng., Dr. Ir. Hj. Nurhayati Rauf, MT, IPM, ASEAN Eng., serta dua dosen muda Lucky Saputra, ST, MT. dan Ahmad Fadhil, ST, MT.
Mewakili Ubaya, tuan rumah menurunkan tim lengkap: Gunawan, PhD (Ketua Program Studi Teknik Industri), Dr. Amelia Santoso (Ketua Program Studi Magister Teknik Industri), I Made Ronyastra, Ph.D. (Kepala Lab Engineering Management), Dr. Moch. Arbi Hadiyat (Kepala Lab Quality & Performance Management), Ivan Kristanto Singgih (Kepala Lab System Engineering), serta Esti Dwi Rinawiyanti, Ph.D. bersama para staf laboratorium.
Selama satu hari penuh, Ubaya berbagi pengalaman panjang dalam menerapkan Outcome-Based Education (OBE) secara konsisten sejak 2018. Tim Ubaya memaparkan proses perumusan capaian pembelajaran yang selaras dengan kerangka IABEE, sistem pemetaan matakuliah, hingga mekanisme continuous improvement berbasis tracer study dan masukan industri mitra.
Diskusi berlanjut ke salah satu keunggulan Ubaya, yaitu mata kuliah Capstone Design yang telah menjadi benchmark nasional. Ubaya menjelaskan bagaimana mata kuliah ini tidak lagi berbentuk laporan teori semata, melainkan mengacu pada complex engineering problem yang menjadi permasalahan langsung di industri. Capstone Design ini berjalan selama satu semester, didampingi dosen dan praktisi, dimana mahasiswa secara intensif mencari solusi atas permasalahan tersebut, melalui diskusi dengan industri dan dosen.
Setelah sesi presentasi dan tanya jawab, rombongan UMI diajak berkeliling fasilitas laboratorium Teknik Industri Ubaya. Mereka mengunjungi Laboratorium Komputer yang dilengkapi 50 unit komputer dengan lisensi resmi software industri seperti FlexSim, Minitab, dan lainnya. Selanjutnya, berkunjung ke Laboratorium Desain Kerja & Ergonomi yang memiliki driving simulator, treadmill biomekanika, eye-tracking device, alat antropometri digital, serta 3D printer untuk rapid prototyping.
Puncak kunjungan adalah Teaching Industry Laboratory berbasis pengolahan kayu yang menjadi kebanggaan Ubaya. Laboratorium ini dilengkapi mesin CNC 3-axis dan laser, vacuum press, edge banding, serta berbagai peralatan finishing modern. Semua produk hasil karya praktikum terintegrasi mahasiswa dari tahun ke tahun diproduksi di sini, kemudian ditata rapi di ruang display sebagai portofolio prodi yang selalu memukau calon mahasiswa dan mitra industri.
Ubaya merasa terhormat dapat terus berbagi pengalaman dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring antar-prodi teknik industri nasional demi peningkatan mutu pendidikan teknik yang lebih merata dari Sabang sampai Merauke.
Tag: Teknik Industri Ubaya, studi banding UMI Makassar, Outcome Based Education, Capstone Design, Teaching Industry Laboratory, akreditasi IABEE ASIIN, perguruan tinggi teknik Indonesia, kolaborasi antar kampus
#FunLearningBrightCareer