Sebagai salah satu program studi unggulan di Universitas Surabaya (UBAYA), Teknik Industri UBAYA terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global. Lingkungan akademik yang suportif, kurikulum aplikatif, serta pendampingan dosen yang intensif mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara profesional dan personal.
Semangat tersebut terasa dalam sesi Senior Sharing yang menjadi bagian dari acara Share to Care & Maharu Gathering 2025, pada Sabtu, 6 Desember 2025, di UBAYA Training Center (UTC) Trawas. Pada kesempatan ini, Maria Margareta dan Jessica Florencia, mahasiswa Teknik Industri UBAYA angkatan 2023, membagikan pengalaman dan strategi sukses menjalani perkuliahan. Sebagai mahasiswa berprestasi yang konsisten meraih best mata kuliah serta capaian IPK terbaik, mereka menekankan satu kata kunci: AKSI.
A – Adaptasi Kuliah
Peralihan dari sekolah ke dunia perkuliahan membutuhkan penyesuaian. Mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, memahami sistem perkuliahan, serta membangun kebiasaan belajar yang konsisten. Mengenali pola mata kuliah sejak awal dan tidak menunda tugas menjadi langkah penting agar tidak kewalahan saat beban akademik meningkat.
“Kuliah di Teknik Industri itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mau konsisten dan berani mengambil langkah. Kalau kita aktif dan mau belajar, semuanya bisa dijalani dengan baik,” ujar Maria Margareta.
K – Kelola Waktu dan Diri
Manajemen waktu menjadi faktor kunci. Mereka menyarankan mahasiswa untuk membuat to-do list yang realistis, membagi tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, serta mengerjakannya secara bertahap agar tidak menumpuk di akhir. Menjaga keseimbangan antara akademik, kegiatan non-akademik, dan waktu istirahat membantu mahasiswa tetap produktif tanpa merasa terbebani.
S – Strategi Belajar Efektif
Mereka menekankan pentingnya kehadiran di kelas untuk memahami konteks materi secara langsung dari dosen. Selain itu, mencatat inti konsep dan poin-poin penting akan membantu materi lebih mudah dipahami dan diingat. Perkuliahan di Teknik Industri tidak hanya menuntut hafalan, tetapi juga kemampuan critical thinking dan problem solving melalui diskusi serta studi kasus nyata.
“Yang dinilai bukan hanya hasil akhir, tetapi juga cara kita menganalisis dan menyelesaikan masalah,” ungkap Jessica Florencia.
I – Interaksi dan Networking
Di luar akademik, pengembangan soft skills dan jejaring juga tak kalah penting. Melalui organisasi dan berbagai kegiatan kampus, mahasiswa dapat melatih komunikasi, kerja sama tim, serta membangun relasi profesional yang bermanfaat di masa depan.
Melalui sesi Senior Sharing ini, diharapkan mahasiswa baru semakin termotivasi untuk menikmati perjalanan akademis yang menyenangkan di Teknik Industri UBAYA, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga siap meraih karier yang gemilang.
Sebagai bagian dari komitmen UBAYA dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri, Program Studi Teknik Industri yang telah terakreditasi Unggul (LAM Teknik) dan terakreditasi internasional (IABEE) terus mendampingi mahasiswa untuk bertumbuh, berprestasi, dan siap menjadi profesional yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Bagaimana, siap melakukan AKSI? (mm, edited by ed)
#FunLearningBright Career