Program magang merupakan salah satu elemen krusial dalam proses pembelajaran mahasiswa karena berfungsi sebagai jembatan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri. Melalui kegiatan magang, mahasiswa tidak hanya memahami dinamika kerja profesional, tetapi juga mengasah kemampuan beradaptasi, berproses, serta memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) yang telah terakreditasi Unggul (LAM Teknik) dan berstandar internasional (IABEE) secara konsisten menghadirkan program magang sebagai bagian dari penguatan professional experience mahasiswa. Pengalaman berharga ini turut dirasakan oleh Brenda Noviarista Budiasih, mahasiswa Teknik Industri UBAYA angkatan 2022, yang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program magang di PT Untung Bersama Sejahtera atau yang lebih dikenal dengan UBS Gold, perusahaan nasional yang bergerak di bidang produksi perhiasan emas dan logam mulia.
Pada periode Maret hingga Juni 2025, tepatnya di semester 6, Brenda mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Bersertifikat di UBS Gold. Dalam program tersebut, Brenda ditempatkan di Departemen Human Capital, khususnya pada Tim Recruitment, yang memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas strategis perusahaan.
Selama menjalani magang, Brenda dipercaya oleh mentor untuk berperan sebagai asisten dalam proyek pengukuran beban kerja karyawan atau person in charge (PIC). Proyek ini menggunakan metode Daily Activity and Plan (DAP) yang memuat data jenis aktivitas beserta durasinya. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi output setiap aktivitas dan dijadikan dasar dalam penyusunan Business Process Model (BPM) sebagai acuan kapasitas kerja di Dept Human Capital.
Selain proyek pengukuran beban kerja, Brenda juga terlibat dalam analisis waste pada proses rekrutmen karyawan. Analisis ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Lean Enterprise System yang telah dipelajari di bangku kuliah. Waste yang teridentifikasi kemudian divalidasi bersama PIC terkait. Apabila terbukti relevan, solusi perbaikan dirumuskan melalui sesi brainstorming yang dilakukan dalam rapat mingguan Tim Recruitment.
Tak hanya kompetensi teknis, pengalaman magang ini juga membentuk karakter dan etos kerja profesional. Selama magang di UBS Gold, Brenda mempelajari lima nilai budaya perusahaan, salah satunya adalah menjadi pribadi yang tough atau tangguh. Aturan perusahaan yang melarang penggunaan gawai pribadi selama jam kerja menuntut Brenda untuk mengelola waktu secara efektif, menentukan skala prioritas, serta meningkatkan efisiensi komunikasi dan koordinasi tim.
Keterbatasan tersebut justru menjadi sarana pembelajaran berharga dalam hal manajemen kerja, delegasi tugas, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional. Selain itu, interaksi langsung dengan mentor, karyawan, hingga jajaran manajemen perusahaan memberikan pengalaman nyata dalam membangun komunikasi profesional, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama secara kolaboratif.
Menutup pengalaman magangnya, Brenda mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan emas yang diperolehnya. Selain memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, pengalaman ini juga menjadi insight berharga bagi pengembangan pembelajaran di Teknik Industri UBAYA agar semakin selaras dengan kebutuhan industri terkini. Brenda berharap pengalaman magang ini dapat menginspirasi mahasiswa lain, khususnya adik tingkat, untuk berani mengambil kesempatan magang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi dan value diri, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. (bren, edited by ed)
#FunLearningBrightCareer