ECoGREEN 2026: Dari Literasi Ekologis Menuju Aksi Nyata Keberlanjutan ti February 11, 2026

ECoGREEN 2026: Dari Literasi Ekologis Menuju Aksi Nyata Keberlanjutan

Universitas Surabaya (UBAYA) sebelumnya terlibat dalam proyek internasional Erasmus+ ECoGREEN, sebuah kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia dan Eropa yang bertujuan memperkuat literasi ekologis serta praktik keberlanjutan dalam pendidikan tinggi. Dalam proyek ini, Prof. Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP, IPU, ASEAN Eng., GRI CSP, Guru Besar Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA), berperan sebagai salah satu koordinator dari UBAYA dalam konsorsium proyek. Seiring dengan berakhirnya periode program, pada Januari–Februari 2026 diselenggarakan rangkaian kegiatan penutup dan diseminasi melalui tiga agenda utama, yaitu ECoGREEN International Conference 2026, National Student Conference on Sustainability, serta ECoGREEN Project Closure Meeting. Prof. Ir. Markus Hartono bersama tim UBAYA turut hadir dan berperan aktif dalam ketiga kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi literasi ekologis menjadi praktik keberlanjutan yang aplikatif dan berdampak jangka panjang.

ECoGREEN International Conference 2026

Tanggal: 21 – 22 Januari 2026
Lokasi: Soegijapranata Catholic University (SCU), Semarang
Tema: Beyond Ecological Literacy: From Knowledge to Actionable Practices for Sustainability

Konferensi internasional ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mendiskusikan penguatan literasi ekologis menuju implementasi nyata dalam sistem pendidikan, kebijakan, dan praktik masyarakat. Selama dua hari, peserta terlibat dalam sesi pleno dan paralel yang membahas inovasi pembelajaran keberlanjutan, praktik industri hijau, kolaborasi lintas sektor, serta strategi integrasi prinsip sustainability ke dalam kurikulum pendidikan tinggi. Dinamika diskusi menunjukkan bahwa literasi ekologis tidak lagi berhenti pada tataran konseptual, tetapi bergerak menuju model implementatif yang dapat direplikasi di berbagai konteks local. Konferensi ini juga menonjolkan kontribusi para fasilitator dan pemimpin Indonesia, termasuk Prof. Dr. Budi Widianarko (SCU) serta perwakilan industri dari FrieslandCampina. Energi kolaboratif terlihat jelas dalam sesi diskusi intensif maupun jejaring akademik yang terbangun.

Dalam kegiatan ini, Prof. Ir. Markus Hartono (UBAYA) berperan sebagai salah satu moderator pada sesi internasional, memfasilitasi dialog ilmiah lintas negara dan memastikan diskusi berjalan produktif serta berorientasi solusi. Peran tersebut sejalan dengan tanggung jawab beliau sebagai Koordinator Work Package 6 (Project Communication, Dissemination, and Exploitation) dalam proyek ECoGREEN, yang berfokus pada strategi komunikasi, penyebarluasan hasil proyek, dan keberlanjutan dampak program. Konferensi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional dapat diterjemahkan menjadi praktik berkelanjutan yang kontekstual dan berdampak bagi komunitas lokal.

National Student Conference on Sustainability

Tanggal: 22 Januari 2026
Lokasi: Campus 2, Faculty of Pharmacy, Universitas Wahid Hasyim
Peserta: ±250 mahasiswa

Mengusung tema From Green Minds to Green Actions, konferensi mahasiswa nasional ini menjadi wadah aktualisasi generasi muda dalam menerjemahkan teori keberlanjutan menjadi rencana aksi nyata. Lebih dari 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir untuk mempresentasikan gagasan, proyek, dan inovasi berkelanjutan. Sorotan utama kegiatan ini adalah presentasi mahasiswa yang menunjukkan kesiapan “Green Generation” untuk menjadi agen perubahan. Setiap proyek yang dipresentasikan mencerminkan integrasi antara pengetahuan akademik dan implementasi berbasis komunitas.

Dalam konferensi ini, Prof. Ir. Markus Hartono turut berperan sebagai salah satu juri dalam sesi presentasi mahasiswa nasional dengan pengantar bahasa Inggris. Peran tersebut menegaskan komitmen beliau dalam membina kualitas akademik sekaligus memastikan bahwa inovasi mahasiswa memiliki relevansi, dampak, dan keberlanjutan implementasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang inkubasi ide yang berpotensi berkembang menjadi program nyata di tingkat lokal maupun nasional.

ECoGREEN Project Closure Meeting

Tanggal: 9 – 10 Februari 2026
Lokasi: Parahyangan Catholic University

Acara penutupan proyek ECoGREEN menjadi momentum refleksi atas capaian program sekaligus peluncuran fase keberlanjutan. Kegiatan ini menampilkan paparan capaian utama proyek, pembelajaran lintas negara, serta penguatan jejaring kolaboratif antara mitra Indonesia dan Eropa. Momen paling krusial dalam acara ini adalah peresmian CELS (Consortium on Ecoliteracy and Sustainability), yang menjadi wadah permanen untuk melanjutkan misi ECoGREEN setelah proyek resmi berakhir. Dengan terbentuknya CELS, kolaborasi dan dampak program tidak berhenti pada siklus proyek, tetapi bertransformasi menjadi gerakan institusional jangka panjang.

Sebagai Koordinator Work Package 6, Prof. Ir. Markus Hartono memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh capaian proyek terdokumentasi, terdiseminasi secara luas, dan memiliki strategi eksploitasi hasil yang berkelanjutan. Kontribusi beliau mencakup penguatan komunikasi antar-mitra, publikasi hasil kegiatan, serta pengembangan skema keberlanjutan pasca-proyek melalui konsorsium CELS ke depannya.

Kehadiran dan keterlibatan aktif Prof. Ir. Markus Hartono dalam rangkaian kegiatan ECoGREEN ini menunjukkan peran strategis akademisi Indonesia dalam kolaborasi internasional di bidang keberlanjutan. Sebagai Guru Besar di Program Studi Teknik Industri UBAYA, beliau berkontribusi dalam berbagai peran penting mulai dari memoderasi diskusi ilmiah tingkat internasional, menjadi juri konferensi mahasiswa nasional, hingga mengoordinasikan strategi komunikasi dan diseminasi proyek ECoGREEN. Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen Program Studi Teknik Industri UBAYA—yang telah terakreditasi nasional Unggul (LAM Teknik) dan terakreditasi internasional IABEE—dalam mendorong pendidikan tinggi yang berdampak global, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan keberlanjutan masa depan. Bersama jejaring mitra internasional, UBAYA terus berkontribusi menghadirkan inovasi pendidikan dan riset yang mendorong terciptanya generasi profesional yang siap membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. (mh, edited by ed)

#FunLearningBrightCareer