Vincent Tjendra, alumni Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) angkatan 2018, kini berkarier sebagai Process Engineer di Walsin Energy Cable System Co., Ltd., Taiwan. Ia berbagi cerita tentang perjalanan studinya, pengalaman bekerja di industri energi, serta pesan bagi mahasiswa yang ingin berkarier di tingkat internasional dalam perbincangan bersama Maria, mahasiswa Teknik Industri UBAYA angkatan 2023.
Dari Ruang Kuliah ke Karier Global
Tidak pernah terpikir sebelumnya bagi Vincent Tjendra bahwa perjalanan akademiknya di Program Studi Teknik Industri UBAYA akan membawanya hingga bekerja di industri energi di Taiwan. Namun keberanian mencoba peluang baru serta pengalaman belajar yang ia dapatkan selama kuliah membuka jalan menuju karier internasional.
Setelah lulus dari Teknik Industri UBAYA pada tahun 2018, Vincent memutuskan melanjutkan studi ke Taiwan. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh rekomendasi kakak tingkatnya yang pernah mengikuti program student exchange di negara tersebut. Taiwan dinilainya memiliki banyak keunggulan, mulai dari perkembangan teknologi yang pesat, budaya yang relatif dekat dengan Indonesia, hingga komunitas mahasiswa Indonesia yang cukup besar.
Sebelum berangkat, Vincent juga berdiskusi dengan para dosen di Teknik Industri UBAYA yang memberikan dukungan dan masukan terkait rencana studinya di luar negeri. Pengalaman belajar di Program Studi Teknik Industri UBAYA yang telah terakreditasi Unggul secara nasional (LAM Teknik) dan memperoleh akreditasi internasional (IABEE) menjadi bekal penting baginya untuk beradaptasi di lingkungan akademik global. Ia juga mengenang suasana perkuliahan yang interaktif dan suportif, di mana mahasiswa didorong untuk aktif berdiskusi serta mengembangkan soft skill melalui berbagai kegiatan organisasi.
“Lingkungan belajar di TI UBAYA sangat mendukung. Dosen-dosennya terbuka untuk berdiskusi dan mendorong mahasiswa untuk terus berkembang,” kenang Vincent.
Belajar Human Factors di NTUST
Vincent kemudian melanjutkan studinya di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dengan fokus pada bidang Human Factors, berbeda dari topik skripsinya di UBAYA yang berkaitan dengan Lean Six Sigma.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama masa studinya adalah ketika ia mengikuti safety pilot training di bandara, termasuk kesempatan mengunjungi Air Traffic Control (ATC) Tower dan melihat langsung bagaimana petugas mengatur lalu lintas udara. Penelitian tesisnya membahas klasifikasi akar penyebab kegagalan teknis pesawat menggunakan pendekatan sistematis melalui kerangka kerja Rasmussen’s Risk Management Framework.
“Di dunia kerja, kita harus belajar melihat masalah secara menyeluruh, menemukan akar penyebabnya, lalu menentukan solusi yang tepat,” jelas Vincent.
Berkontribusi dalam Industri Energi Terbarukan
Setelah menyelesaikan studinya, Vincent bergabung dengan Walsin Energy Cable System (WECS) sebagai Process Engineer di Manufacturing Department. Perusahaan ini merupakan joint venture antara Walsin Lihwa (Taiwan) dan NKT (Denmark) yang bergerak di bidang submarine cable untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.
Menurut Vincent, tren global menuju green energy membuat kebutuhan submarine cable semakin meningkat, terutama untuk menghubungkan turbin angin di laut dengan gardu listrik di darat. Dalam pekerjaannya, Vincent menerapkan pendekatan system thinking dan continuous improvement mindset, termasuk mensimulasikan alur kerja agar proses produksi dapat berjalan lebih aman, ergonomis, dan efisien.
Pesan untuk Mahasiswa TI UBAYA
Bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang manufaktur, energi, atau bahkan di tingkat internasional, Vincent membagikan beberapa tips penting:
- Miliki ketekunan dan jangan mudah menyerah.
- Kembangkan kemampuan berpikir kritis.
- Perkuat soft skill seperti komunikasi dan kerja sama tim.
- Aktif dalam organisasi atau kepanitiaan untuk melatih kepemimpinan.
- Bangun networking sejak dini.
- Lakukan riset tentang perusahaan sebelum melamar pekerjaan.
Menutup ceritanya, Vincent mengingatkan bahwa masa kuliah merupakan waktu yang sangat berharga untuk mempersiapkan masa depan.
“Usaha dan waktu yang kita investasikan selama masa kuliah akan menjadi modal yang sangat berharga untuk masa depan.”
Perjalanan Vincent menunjukkan bahwa lulusan Teknik Industri UBAYA memiliki peluang besar untuk berkiprah di tingkat global, terutama di industri yang terus berkembang seperti sektor energi.
Terima kasih atas sharing pengalamannya. Semoga kisah Vincent dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan berkarier di tingkat global. (mm & ih, edited by ed)

#FunLearningBrightCareer