web analytics

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?”

Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya mengadakan webinar dengan judul “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?” yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 November 2022. Acara ini diikuti oleh siswa/i Sekolah Menengah Atas, mahasiswa umum, dan juga mahasiswa Universitas Surabaya. Judul yang digunakan dalam webinar ini didasarkan dengan peristiwa Itaewon yang terjadi pada tanggal 29 Oktober 2022. Webinar ini bertujuan untuk menambah pengalaman baru mengenai cara menggunakan teknologi untuk mengatasi bencana atau Disaster Management.

Webinar “Using Drone and Technology for Disaster Management in Itaewon: HOW?” dilakukan secara online melalui Zoom yang dimulai pukul 16.00 diawali dengan pembukaan MC dan sambutan Ketua Prodi Teknik Industri Dr. Indri Hapsari S.T., M.T. Kemudian masuk ke acara inti dengan terlebih dahulu pembacaan CV dari Prof. Ir. Joniarto Parung, M.M.B.A.T., Ph.D., IPU lalu penyampaian materi mengenai teknologi dalam pengurangan risiko bencana. Dilanjutkan dengan pembacaan CV dari narasumber selanjutnya yaitu Ivan Kristianto Singgih, Ph.D. dan penyampaian materi mengenai penggunaan drone dan teknologi untuk mengatasi bencana seperti contohnya di Itaewon, Korea Selatan. Setelah penyampaian dari kedua narasumber telah setelah, diadakan tanya jawab dari peserta untuk kedua narasumber. Banyak sekali peserta yang berpartisipasi untuk bertanya kepada kedua narasumber dari siswa/i SMA dan juga mahasiswa.

Sebagai generasi yang hidup di zaman perkembangan teknologi, kita perlu memahami apa teknologi baru yang ada dan apa potensi penggunaannya untuk menyelesaikan masalah hidup sehari-hari. Selain mengamati perkembangan teknologi (misalnya drone) yang diteliti dan digunakan di negara maju, kita bisa mempelajari fungsi dan manfaat teknologi terkait big data, IoT sensor, dan machine learning dan penggunaannya dalam berbagai bidang. Tanpa memahami cara kerja dasar teknologi baru, kita tidak dapat memiliki ide pengembangan dan pemanfaatan teknologi baru tersebut. Bila kita padukan pemahaman kita tentang teknologi dan masalah riil yang ada di sekitar kita, kita bisa memunculkan ide penyelesaian masalah. Seringkali upaya penyelesaian masalah ini membutuhkan kerjasama dengan para praktisi sehingga kita dapat memahami sumber permasalahan dan memberikan solusi yang tepat, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Proses pemahaman dan penerapan teknologi dapat membutuhkan waktu yang lama, tetapi akan semakin cepat prosesnya ketika kita mulai mengembangkan prototipe sederhana, misalnya untuk skala penelitian lab dulu. Selama proses pengembangan dan pengujian prototipe ini, kita dapat terus menyempurnakan skill penggunaan teknologi tersebut dan kebermanfaatan teknologi tersebut untuk menyelesaikan banyak masalah riil di sekitar kita. Setelah bisa menguasai teknologi tersebut, kita mempunyai tanggung jawab untuk terus menguji coba penggunaan model untuk menyelesaikan masalah baru yang terus bermunculan. Penerapan teknologi untuk menyelesaikan masalah riil dapat membantu kita mengidentifikasi masalah operasional seperti keterbatasan kapasitas baterai drone, ketidakpresisian rute penerbangan drone karena faktor gangguan angin, kesulitan penerbangan drone dalam kondisi hujan karena potensi gangguan elektronik, dsb, yang perlu diperhitungkan saat menerbangkan drone.

Jenis bencana yang umum terjadi seperti banjir dapat semakin kita prediksi dengan baik karena penyebabnya biasanya mirip dan berulang (sehingga dapat dipelajari karakteristiknya dari data historis), tetapi model prediksi bencana kita perlu terus dikembangkan sehingga sesuai untuk permasalahan bencana baru seperti varian baru COVID. Penggunaan berbagai teknologi sekaligus juga penting, misalnya pemasangan sensor di lokasi strategis yang mengirimkan data online terkait pergerakan penduduk, laju kecepatan kendaraan dsb, yang informasinya dapat dianalisa dengan machine learning dan digunakan sebagai alarm otomatis ketika kita memprediksi bahwa bencana akan terjadi. Dalam proses pengambilan dan analisa data secara langsung ini kecepatan model analisa kita menjadi sangat penting, sehingga keputusan dapat dibuat dengan cepat dan mengurangi dampak bencana.

Beberapa langkah praktis untuk bisa menguasai teknologi (misalnya drone) dalam waktu singkat adalah:

  • Mengikuti program pelatihan drone, yang disampaikan oleh peneliti/pengguna drone dalam dan luar negeri. Pelatihan yang perlu diikuti adalah yang memberikan kegiatan praktek langsung sehingga kita siap menggunakan teknologi tersebut 100%, misalnya yang terkait coding, instalasi hardware, pengendalian rute terbang drone dengan secara manual atau sesuai program pengendalinya. Beberapa perusahaan menawarkan program pelatihan penerbangan drone (dengan pemberian lisensi bagi yang telah lulus program tersebut).
  • Membeli drone (bisa dimulai dari yang skalanya kecil), yang mempunyai fitur pengendalian yang bisa disesuaikan kebutuhan kita, misalnya membeli drone yang rutenya bisa ditentukan dengan menggunakan hasil algoritma buatan kita dalam bahasa pemrograman yang umum, seperti Python secara langsung, atau melalui interface penghubung tertentu. Penguasaan teknologi dalam skala kecil (sederhana) akan membuka ide untuk penambahan fungsi lainnya.
  • Mengikuti kegiatan magang di perusahaan terkait penggunaan teknologi yang ingin kita pelajari atau kuasai. Keikutsertaan dalam waktu minimal 6 bulan atau 1 tahun cukup memberikan kita pemahaman dasar, yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran mandiri.
  • Melakukan pembelajaran dalam tim dengan semangat belajar yang sama. Dalam tim yang tepat, kita bisa saling bertukar informasi teknis dan sumber pembelajaran yang dapat membuat proses belajar kita menjadi jauh lebih singkat. Selain itu, kita akan termotivasi untuk berkembang dengan cepat.

Penggunaan teknologi selalu bisa membawa dampak negatif. Untuk kasus drone, penggunaan drone dalam skala besar dapat memperpadat lalu lintas udara. Cara untuk mengatasinya adalah dengan adanya peraturan penggunaan teknologi tersebut. Sebagai contoh, ada lisensi yang diperlukan untuk boleh drone (mungkin untuk keperluan tertentu, tetapi ada), selain itu ada pula peraturan yang melarang penerbangan drone di area tertentu (seperti di bandara, penjara, kantor pusat militer, dsb. Pelanggaran peraturan tersebut dapat mengakibatkan penyitaan drone tersebut dan pemberian hukuman kepada penerbang. Sebagai langkah preventif, alat pendeteksi drone yang diterbangkan ilegal dan alat pengganggu frekuensi komunikasi drone dengan penerbangnya (jammer untuk menjatuhkan drone yang memasuki area terlarang) telah digunakan pula oleh pihak yang berwenang, seperti kepolisian.

Upaya penguasaan teknologi terbaru harus selalu kita lakukan sehingga Indonesia bisa menjadi produsen teknologi yang kuat, yang setidaknya bisa memproduksi teknologinya sendiri, tanpa selalu harus menjadi konsumen negara maju, bahkan diharapkan kita bisa menjadi pengekspor tenaga tersebut, mengingat Indonesia sebetulnya kompetitif dari jumlah pembelajar teknologi (populasi) dan banyaknya kawasan di Indonesia di mana teknologi tersebut bisa diujicobakan. Mari kita semua terus belajar dan menjadi semakin maju.

Setiap teknologi selalu ada sisi positip dan negatif. Makanya pengguna teknologi sangat disarankan intuk bijak dalam penggunaan teknologi gunsksn sesuai tujuan awal untuk membantu manusia mengatasi keterbatasan yang dihdapai dengan tenaga manusia. Sebenarnya sudah ada regulasi pemerintah yang dimaksudkan untuk mengatasi penyalahgunaan teknologi, tapi regulasi seketat apapun tanpa kesadaran pengguna maka akan selalu ada celah untuk mendapatkan efek negatif.

UA-129886102-1