Di tengah pesatnya perkembangan perdagangan dan distribusi barang antarpulau, industri pelayaran dan logistik menjadi tulang punggung utama yang menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Untuk memberikan wawasan langsung dari praktisi industri, Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) menghadirkan kuliah tamu bertajuk “Shipping Freight Forwarding”, yang menghadirkan Dr. Sutrisno, S.T., M.T., selaku Performance Excellence Operations Strategic East Area Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL).
Peran Strategis Industri Pelayaran dalam Rantai Pasok Nasional
Dalam pemaparannya, Dr. Sutrisno menjelaskan bahwa bisnis pelayaran (shipping line) merupakan komponen penting dalam sistem logistik nasional. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung distribusi barang, konektivitas antardaerah, serta aktivitas ekspor dan impor. Dengan lebih dari 77% pergerakan barang diangkut melalui jalur laut, industri pelayaran memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada karakteristik industri pelayaran yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran global. Keunggulan perusahaan pelayaran tidak hanya ditentukan oleh harga layanan, tetapi juga ketepatan jadwal kapal (schedule reliability), kecepatan pengiriman (transit time), dan ketersediaan ruang muat (space availability). Selain itu, Dr. Sutrisno menjelaskan tahapan pengiriman barang melalui jalur laut, mulai dari booking, packing, trucking, stuffing, shipping, unloading, hingga delivery, yang seluruhnya harus dikelola secara efisien untuk menghindari keterlambatan dan peningkatan biaya logistik.
Keterkaitan Logistik Maritim dengan Teknik Industri
Materi kuliah tamu juga menunjukkan keterkaitan yang sangat erat antara bisnis pelayaran dan disiplin ilmu Teknik Industri. Konsep Supply Chain Management, Optimasi dan Riset Operasional, Analisis Biaya dan Rekayasa Ekonomi, serta Facility Layout dan Material Handling merupakan kompetensi yang banyak diterapkan dalam industri logistik maritim. Implementasinya dapat ditemukan pada optimasi rute kapal, pengelolaan kontainer, pengurangan waktu sandar kapal di pelabuhan, hingga perancangan tata letak area penumpukan kontainer yang efisien. Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kuliah tamu ini. Digitalisasi logistik memungkinkan perusahaan menyediakan layanan pelacakan kontainer secara real-time, pemesanan daring (e-booking), serta sistem peramalan permintaan (forecasting) yang membantu pengambilan keputusan bisnis. Namun demikian, digitalisasi dipandang sebagai alat pendukung yang memperkuat proses logistik, bukan menggantikan fungsi logistik itu sendiri.
Digitalisasi dan Masa Depan Industri Logistik
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Ir. Amelia Santoso, IPU., CLTD. turut menegaskan bahwa rantai pasok dan logistik merupakan sektor yang akan terus dibutuhkan dan tidak akan tergantikan sepenuhnya oleh teknologi digital. Menurut beliau, selama manusia masih membutuhkan makanan dan berbagai kebutuhan hidup lainnya, maka akan selalu ada aktivitas distribusi, penyimpanan, dan pengiriman barang yang harus dilakukan. Digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi proses, tetapi pergerakan fisik barang dalam rantai pasok tetap menjadi kebutuhan utama yang tidak dapat dihilangkan.
Prospek Karier Industrial Engineer di Industri Logistik
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung antusias. Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran industri pelayaran dalam mendukung sistem logistik nasional serta berbagai peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan Teknik Industri di bidang supply chain, freight forwarding, dan logistik maritim. Sebagai program studi yang telah meraih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik dan akreditasi internasional dari IABEE, Teknik Industri UBAYA terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap tantangan dan perkembangan dunia kerja masa kini.
Terima kasih kepada PT SPIL atas wawasan dan pengalaman yang telah dibagikan. Semoga kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan terus terjalin untuk mempersiapkan generasi industrial engineer yang siap menghadapi tantangan masa depan. (jessica, edited by ed)
#FunLearningBrightCareer