web analytics

PORT LOGISTICS GUEST LECTURE TI UBAYA – PT. SPIL

Pada tanggal 23 September 2021, prodi Teknik Industri Universitas Surabaya (TI-Ubaya) menyelenggarakan kuliah tamu pada mata kuliah Maritime Logistics. Kuliah tamu ini bekerja sama dengan PT. Salam Pacifc Indonesia Lines (SPIL), yang mengangkat sebuah tema “Port Logistics”. Bapak Bambang Gunawan ditunjuk sebagai narasumber untuk mengisi acara tersebut. Sedikit profil beliau, bapak Bambang Gunawan mengisi 3 posisi jabatan, yaitu sebagai Operations Director di PT. SPIL, Finance Director di PT. Nilam Port Terminal Indonesia, serta Director di PT. Mitra Pacific.

Acara tersebut dihadiri oleh rekan-rekan dari Universitas Surabaya, SPIL University, serta khalayak umum yang terdaftar. Acara dilaksanakan secara daring melalui platform zoom serta kanal YouTube yang dapat diakses melalui tautan berikut ini (https://www.youtube.com/watch?v=6VHxjKoTIoM&t=362s) Pada pembahasannya kali ini, topik yang disampaikan terbagi menjadi empat bagian, yaitu (1) Tipe Dasar Manajemen Pelabuhan, (2) Pelabuhan di Indonesia, (3) Terminal Operator, serta (4) Logistik.

  • Tipe Dasar Manajemen Pelabuhan

Secara umum ada 3 (tiga) + 1 (satu) bentuk dasar pengelolaan pelabuhan yang disepakati secara umum oleh United Nations Confenrence on Trade and Development (UNCTAD), yaitu: landlord port (pihak otoritas pelabuhan hanya memiliki lahan yang akan disewakan, pengadaan fasilitas diserahkan pihak luar), tool port (pihak otoritas pelabuhan selain pemilik lahan juga memiliki fasilitas, pengoperasian diserahkan pihak luar), operating port (otoritas pelabuhan sebagai pemilik lahan dan fasilitas mengoperasikan secara menyeluruh), dan private port (terminal untuk kepentingan sendiri yang disebut Terminal Khusus/ TERSUS).

Pengelolaan pelabuhan dalam hal pemilik dan penyelenggara berbeda di setiap negara. Sebagai contoh di pelabuhan Singapore, pemilik dan penyelenggara pelabuhan dikontrol oleh pemerintah. Hal ini berbanding terbalik dengan pelabuhan Kobe di Jepang dimana pemilik dan penyelenggara adalah pihak swasta. Namun tidak menutup kemungkinan, pemilik dan penyelenggara adalah gabungan dari kedua belah pihak, seperti di pelabuhan Port of new York, AS dimana pemerintah sebagai pemilik pelabuhan dan diselenggarakan oleh pihak swasta.

  • Pelabuhan di Indonesia

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki paling tidak 1808 pelabuhan yang terbagi menjadi 3 pada pengelolaanya. Pemerintah (Government-operated) mengelola 1128 pelabuhan (62%) dibawah kementerian perhubungan, disusul dengan Private port (Special port-terminal)s sebanyak 569 pelabuhan (31%) dan Pelindo-operated yang mengelola 11 pelabuhan (6%). Pada situasi saat ini, pemerintah sangat memperhatikan dalam pembangungan infrastruktur. Contohnya di tahun 2017 pemerintah menargetkan membangun 55 lokasi pelabuhan laut baru. Di sisi lai, pemerintah membangun dan merehabilitasi 13 pelabuhan PSN dan 68 pelabuhan non-PSN dengan nilai investasi mencapai Rp. 8,8 triliun.Semua ini ditujukan untuk meningkatkan Logistics Performance Index (LPI) milik Indonesia. LPI menilai 6 kriteria, meliputi kepabeanan (custom clearance), pengiriman internasional, pelacakan & penelusuran barang (track & trace), infrastruktur, ketepatan waktu (on-time delivery), dan kualitas & kompetensi logistik. Merujuk pada publikasi World Bank (2018), setiap tahunnya peringkat Indonesia selalu membaik.

  • Terminal Operator

Indikator kinerja pelayanan operasional dengan tujuan “zero waiting time” terbagi menjadi 3 aspek, yaitu

  • Service time à Waiting Time (WT), Approach Time (AT), Postpone Time (PT), Not Operating Time (NOT), Idle Time (IT), Effective Time (ET), Bert Time (BT), dan . Turn Round Time (TRT)
  • Productivity à Ton/Gang/Hour (T/G/H), Ton/Ship/Hour (T/S/H), Box/Crane/Hour (B/C/H), Box/Shift/Hour (B/S/H)
  • Utilisasi. à Berth Occupancy Ratio (BOR), Shed Occupancy Ratio (SOR), (Yard Occupancy Ratio (YOR)

Pelayanan operasional terminal juga terbagi menjadi 2. Pertama adalah pelayanan jasa kapal, yang dimulai ketika sejak pertama kali kapal datang (PT) dan melakukan permintaan pemanduan dan service boat (WT). Saat permintaan telah dipenuhi, pandu naik ke atas kapal hingga kapal bersandar dan pengikatan kapal menggunakan tali merupakan approach time (AT). Pelayanan berikutnya adalah waktu ketika kapal sandar dan menunggu lepas tali (BT). Di antara waktu BT, terdapat waktu NOT untuk mempersiapkan segala aktivitas bongkat muat dan ditambah jam istirahat (IT) dan jam kegiatan bongkar muat (ET). Selesai bongkat muat, kapal akan melepas tali untuk bersiap berangkat dan melakukan kontak kepada service boat. Aktivitas terakhir adalah pandu turun (AT) dan kapal akan melakukan siklus yang sama di tempat tujuan. Seluruh aktivitas kapal mulai sandar hingga berangkat merupakan turn round time (TRT).  Penjelasan dengan ilustrasi terlampir pada gambar di bawah ini.

Penjelasan berikutnya adalah terkait pelayanan jasa barang, yang masih berhubungan dengan pelayanan operasional terminal. Pelayanan jasa barang terbagi menjadi 4 istilah, yaitu:

  1. Stevedoring à Menurunkan dan/atau menaikkan barang dari/ke atas kapal. Untuk barang bongkar, barang dipindahkan ke atas truk atau gerbong kereta api atau tongkang.
  2. Cargodoring à Menurunkan dan/atau menaikkan barang dari/ke atas kapal. Untuk barang bongkat, barang dipindahkan ke gudang/lapangan.
  3. Receiving à Kegiatan menerima barang yang dibongkar dari kapal, dapat berlangsung di sisi kapal langsung ke truk atau ke tongkang, dan sisi darat gudang/lapangan bagi barang melalui gudang/lapangan diterimakan kepada consignee atau perwakilan.
  4. Delivery à Penyerahan barang oleh kapal (pengangkut) kepada penerima
  • Logistik

Logistik dapat difenisikan sebagai seluruh aktivitas rantai pasok mulai pengadaan dan manajemen bahan baku hingga pengiriman produk jadi ke kosumen. Logistik dapat dikatakan sebagai fungsi penunjang dari seluruh aktivitas rantai pasok. Seperti yang kita ketahui, pihak-pihak logistik sendiri terbagi menjadi 4 pihak yang meliputi 1st PL, 2nd PL, 3rd PL, dan 4thPL Semua pihak ini merupakan integrasi dari kegiatan rantai pasok (supply chain). Rantai pasok tersebut melibatkan berbagai aspek, yaitu perencanaan, pengadaan, produksi, dan pengiriman. Keempat hal ini memerlukan sebuah rangkaian aliran manajemen, material, dan logistik yang lancar. Moda transportasi melalui udara, laut, kereta, serta darat juga memiliki peran penting dalam terbangunnya keterhadnalan aliran rantai pasok.

Author: Mahasena Jonatan (160318048)

LAMPIRAN FOTO

UA-129886102-1