Mengisi waktu luang dengan aktivitas kreatif dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk menghasilkan karya sekaligus mengembangkan potensi diri. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya (UBAYA) yang diwakili oleh Esti Dwi Rinawiyanti, Ph.D., berkolaborasi dengan Dr. Ninik Juniati dari Fakultas Industri Kreatif dan Dr. Erna Andajani dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika menyelenggarakan workshop bertajuk “Berkarya, Berdaya, Bahagia: Mengisi Waktu Luang dengan Aktivitas Kreatif”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli 2026 ini diikuti sekitar 30 ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Lemahputro, Sidoarjo.
Workshop diawali dengan pembahasan mengenai manfaat aktivitas kreatif bagi kesehatan mental. Peserta diajak memahami bahwa mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menyenangkan dapat membantu mengurangi kejenuhan, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus memberikan kepuasan melalui proses berkarya.
Selanjutnya, diperkenalkan dengan kain ikat celup (tie-dye) yang telah berkembang di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, teknik ini dikenal dalam berbagai bentuk, di antaranya tritik dari Jawa, sasirangan dari Banjar, dan plangi dari Palembang. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa seni ikat celup merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut terus dilestarikan.
Berikutnya, peserta diajak untuk praktik pembuatan kain ikat celup dengan pendampingan para dosen. Peserta diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dan mengombinasikan berbagai motif, seperti segitiga, kotak, gelombang, bunga, maupun bentuk lainnya. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap peserta untuk menuangkan ide dan menghasilkan rancangan motif yang unik dan inovatif.
Suasana workshop berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif bertanya, berdiskusi, dan saling bertukar ide selama praktik berlangsung. Selain menjadi kesempatan untuk mengasah kembali keterampilan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk belajar bersama, saling menginspirasi, dan mempererat kebersamaan antaranggota PKK.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu PKK semakin termotivasi untuk memanfaatkan waktu luang secara produktif dengan mengembangkan potensi yang dimiliki. Aktivitas kreatif seperti seni ikat celup tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar, berbagi inspirasi, serta menikmati proses berkarya bersama. (ed)
#FunLearningBrightCareer
